CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Danantara: Kapitalisasi Pasar Bank Himbara Tembus Rp1,1 Kuadriliun
Husen Miftahudin • 22 June 2026 18:38
Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyebut kekuatan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tercermin dari nilai kapitalisasi pasar gabungan yang mencapai Rp1,1 kuadriliun.
Menurut Rosan, angka tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan yang tercatat di Indonesia.
"Dengan kapitalisasi pasar gabungan sekitar Rp1.100 triliun, Himbara memiliki kapasitas besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus mendukung berbagai program pembangunan prioritas pemerintah," ujar Rosan dalam keterangan resmi seperti dikutip dari Antara, Senin, 22 Juni 2026.
Rosan menilai besarnya kapitalisasi pasar itu menegaskan posisi strategis Himbara dalam sistem keuangan nasional. Ia menegaskan bank-bank pelat merah tidak hanya berfungsi sebagai institusi keuangan yang berorientasi pada profit, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan nasional yang mampu memperluas akses ekonomi masyarakat.
Dia menyebut Presiden Prabowo Subianto berharap Himbara dapat menjangkau jutaan pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Dengan penyaluran pembiayaan yang lebih luas, diharapkan kontribusi Himbara dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
"Peran Himbara tidak hanya diukur dari pencapaian laba, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu membuka akses dan kesempatan setara bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor usaha yang lebih besar," ucap Rosan.
| Baca juga: Presiden Prabowo Kumpulkan Bos Himbara di Istana, Bahas Arah Ekonomi Nasional |

(Ilustrasi, gedung bank-bank Himbara. Foto: dok BRI)
Sinergi dengan Danantara perkuat peran Himbara
Ahli perbankan Moch. Amin Nurdin menilai transformasi peran Himbara semakin kuat sejak kehadiran Danantara sebagai pengelola BUMN. Menurut Amin, koordinasi yang lebih solid antarlembaga perbankan negara dapat membuat program pemerintah berjalan lebih terintegrasi.
"Di bawah koordinasi Danantara dan arahan Presiden, terdapat penguatan sinergi antarlembaga perbankan negara sehingga fungsi intermediasi Himbara semakin selaras dengan agenda pembangunan nasional," jelas dia.
Di sisi lain, Amin mengingatkan Himbara tetap harus menjaga disiplin dalam pengelolaan risiko dan tata kelola perusahaan agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.
Ia menilai perluasan penugasan dapat meningkatkan volume bisnis sekaligus memperluas basis nasabah, tetapi juga berpotensi memperbesar risiko pembiayaan.
"Tantangan terbesar Himbara ke depan bukan hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi memastikan pertumbuhan itu tetap berkualitas, didukung manajemen risiko yang kuat, serta menjaga profitabilitas secara berkelanjutan," tutur Amin.