Menpora Erick Thohir. Foto: MI/Susanto.
Sport Tourism Diyakini Perkuat Pariwisata dan UMKM Daerah
Husen Miftahudin • 21 June 2026 22:36
Yogyakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menilai pengembangan sport tourism mampu mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
"Sport tourism tidak hanya membuat masyarakat lebih sehat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Erick saat melepas peserta Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 di kawasan Candi Prambanan, dikutip dari Antara, Minggu, 21 Juni 2026.
Erick menilai Yogyakarta memiliki potensi besar untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan melalui pengembangan sport tourism.
Menurut dia, perpaduan antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan kualitas penyelenggaraan event menjadi daya tarik yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
"Dengan kekuatan budaya dan destinasi yang dimiliki Yogyakarta, kegiatan seperti ini dapat menjadi pengungkit kunjungan wisata sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru," ujar Erick, Minggu, 21 Juni 2026.
| Baca juga: Tren Lari Jadi Bagian Gaya Hidup Masyarakat Perkotaan |

(Ilustrasi lomba lari. Foto: Metro TV/Rifda)
Dorong okupansi hotel hingga UMKM
Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Imam Pratanadi menyebut Mandiri Jogja Marathon telah berkembang menjadi salah satu sarana promosi daerah yang efektif.
Menurut dia, kehadiran ribuan peserta dan pendamping turut mendorong peningkatan okupansi hotel, kunjungan wisata, aktivitas kuliner, hingga transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"MJM mengukuhkan DIY sebagai destinasi sport tourism unggulan. Event ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal wisatawan, dan mendorong perputaran ekonomi yang manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat," kata Imam.
Dampak ekonomi dari penyelenggaraan MJM juga tercermin dalam riset Mandiri Institute yang mencatat pertumbuhan belanja masyarakat sebesar 11,6 persen selama pekan pelaksanaan MJM 2025.
Dengan peningkatan jumlah peserta pada tahun ini, potensi dampak ekonomi diperkirakan semakin besar, terutama bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, jasa wisata, dan UMKM.