Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Top Economy Metro TV. Foto: Dok istimewa
Status Emerging Market Dipertahankan MSCI Jadi Kabar Baik bagi Pasar Modal RI
Eko Nordiansyah • 24 June 2026 11:55
Jakarta: Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto merespons rilis MSCI 2026 Market Classification Review. MSCI belum mengubah status pasar modal Indonesia dengan tetap berada dalam kategori Emerging Market.
"Pasar modal kita ini kan sudah ada perbaikan terhadap retail market. Jadi tentu confident kepada retail market ini yang harus didorong," kata Airlangga dalam Top Economy Metro TV, dikutip Rabu, 24 Juni 2026.
Airlangga mengakui review dari MSCI sempat membuat pasar modal Indonesia lesu. Dalam kajiannya, MSCI menyoroti isu transparansi, struktur kepemilikan saham, serta pola perdagangan yang dinilai terkoordinasi.
"Adanya pasar modal ini kan untuk membiayai korporasi, untuk pasar IPO. Nah itu mungkin yang kita lihat lebih dalam lagi. Sepanjang semester ini jumlah IPO dengan ketidakpastian kan relatif sangat rendah," ujar dia.
Meski begitu, Airlangga menyebut, pasar saham sangat bergantung pada prospek bisnis. Ia menyontohkan meski di tengah ketidakpastian, namun penerbitan saham SpaceX milik Elon Musk justru meledak di Amerika Serikat (AS).
"Jadi kembali kalau bagi investor pick and choose ini menjadi penting. Memanfaatkan kondisi ini momentum. Nah biasanya momentum seperti ini baik untuk melakukan ekspansi," ungkap dia.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Transparansi pasar modal
Penyedia indeks global MSCI mengakui langkah reformasi transparansi yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).Pengakuan itu mencakup peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen, klasifikasi investor yang lebih rinci, pengenalan kerangka kerja High Shareholders Concentration (HSC), serta peta jalan peningkatan ketentuan free float minimum menjadi 15 persen.
"Meskipun pengumuman ini merupakan langkah ke arah yang benar, yang penting bagi investor institusional internasional adalah implementasi yang konsisten dan efek berkelanjutan dari langkah-langkah ini di seluruh pasar," tulis MSCI dalam rilis 2026 Market Classification Review, dikutip dari Antara, Rabu, 24 Juni 2026.
MSCI menegaskan akan terus menilai cakupan, konsistensi, serta efektivitas reformasi pasar modal Indonesia, terutama dalam konteks penentuan free float dan evaluasi kelayakan investasi secara lebih luas. Pemantauan itu akan berlangsung hingga Tinjauan Indeks MSCI pada November 2026.
"Jika kemajuan yang memadai tidak terlihat pada saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk perlakuan yang tepat bagi pasar Indonesia, yang berpotensi mencakup konsultasi tentang reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Markets,” jelas MSCI.