Trump Buka Kemungkinan Produsen Mobil Tiongkok Buka Pabrik di AS

Presiden AS Donald Trump. Foto: Xinhua/Hu Yousong.

Trump Buka Kemungkinan Produsen Mobil Tiongkok Buka Pabrik di AS

Eko Nordiansyah • 13 September 2026 08:38

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan terbuka terhadap kemungkinan produsen mobil Tiongkok memproduksi kendaraan di Amerika Serikat dengan menggunakan tenaga kerja Amerika. Meskipun ia juga berjanji untuk mempertahankan pembatasan yang selama ini secara efektif menghalangi masuknya mobil buatan Tiongkok ke pasar AS.

Trump menepis laporan yang menyebutkan bahwa ia mungkin mengizinkan impor kendaraan yang diproduksi di Tiongkok ke AS. Ia mengatakan bahwa pasar domestik bisa "dibanjiri" produk tersebut jika pembatasan yang ada saat ini dicabut.

Ia membedakan antara impor produk jadi dengan perusahaan Tiongkok yang memproduksi kendaraan di dalam wilayah AS, serta membandingkan investasi semacam itu dengan kegiatan produksi yang dilakukan oleh produsen mobil Jepang.

"Jika Tiongkok ingin masuk dan membuka pabrik untuk memproduksi mobil mereka di sini, saya tidak keberatan," ujar Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News dikutip dari Investing, Minggu, 13 September 2026.

Produsen kendaraan listrik Tiongkok, termasuk BYD dan Geely Automobile, telah berekspansi dengan pesat ke luar negeri. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan produsen mobil AS seiring dengan semakin kuatnya posisi kendaraan mereka di berbagai pasar, termasuk Kanada dan Meksiko.

Mobil-mobil Tiongkok secara efektif terhalang masuk ke AS akibat penerapan tarif tinggi dan pembatasan dari Departemen Perdagangan yang mencakup sistem kendaraan terkoneksi (connected-vehicle systems) yang terhubung dengan negara-negara tertentu, termasuk Tiongkok.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Rencana pertemuan Trump-Xi Jinping

Komentar Trump ini disampaikan menjelang rencana pertemuan puncak dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Washington. Ia pernah melontarkan pernyataan serupa pada bulan Januari, saat ia menyebutkan bahwa produsen mobil Tiongkok berpotensi memproduksi kendaraan di AS.

CEO Ford Jim Farley dan para pejabat pemerintahan Trump juga sempat melakukan diskusi awal tahun ini mengenai kemungkinan kerangka kerja yang memungkinkan perusahaan Tiongkok memproduksi mobil di AS, namun dengan tetap memberikan perlindungan bagi produsen mobil domestik. Belum ada keputusan yang diambil dari diskusi tersebut. 

Prospek ini masih menjadi isu yang kontroversial secara politis. Senator Elissa Slotkin dan Bernie Moreno telah mengajukan rancangan undang-undang yang bertujuan membatasi kendaraan terkoneksi (connected vehicles) serta perangkat lunak dan keras yang terkait dengan Tiongkok dan negara-negara lain yang dianggap sebagai musuh AS.

Langkah tersebut yang didukung oleh Ford, General Motors, dan serikat pekerja United Auto Workers juga akan melarang penjualan kendaraan terkoneksi dari produsen otomotif yang lebih dari 15 persennya dimiliki oleh entitas Tiongkok.

(Eko Nordiansyah)