Ilustrasi. Foto: Magnific.
Perusahaan Rusia Lanjutkan Penggarapan Blok Tuna Mulai Juni 2026
Ade Hapsari Lestarini • 15 May 2026 12:46
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Rusia, Zarubezhneft, akan melanjutkan penggarapan Blok Tuna pada Juni, setelah sempat tertunda akibat mundurnya Harbour Energy.
"Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang masih tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada Juni bulan depan," ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot dalam keterangan resminya, dilansir Antara, Jumat, 15 Mei 2026.
Yuliot melakukan pertemuan dengan pejabat perusahaan migas asal Rusia, Joint Stock Company Zarubezhneft (JSC Zarubezhneft), di sela kunjungan kerja menghadiri Sidang Komisi Bersama ke-14 RI-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang berlangsung di Kazan, Rusia.
Pada pertemuan itu, ujar Yuliot, Zarubezhneft menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan proyek Blok Tuna pada Juni 2026. Proyek Blok Tuna tertunda akibat mundurnya Premier Oil, anak perusahaan Harbour Energy, yang menjadi mitra Zarubezhneft dalam menggarap proyek ini.
"Pemerintah akan memberikan dukungan untuk kelanjutan proyek ini," kata Yuliot.
.jpeg)
Ilustrasi Gedung Kementerian ESDM. Foto: dok Kementerian ESDM.
Profil Zarubezhneft
Zarubezhneft memulai proyek di Indonesia sejak mengakuisisi 50 persen participating interest (PI) pada Proyek Tuna di Laut Natuna melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd., pada 2020.
Pada pertemuan ini, Zarubezhneft juga menyatakan keinginannya untuk dapat menggarap proyek-proyek migas lain di Indonesia guna mendukung peningkatan produksi migas Indonesia, melalui teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan reaktivasi sumur idle. Ketertarikan Zarubezhneft untuk berinvestasi di Indonesia telah tercatat dalam dokumen Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 RI-Rusia.
Rusia mencatat ketertarikan JSC Zarubezhneft untuk memperluas dan memperkuat kerja sama dengan mitra Indonesia, termasuk partisipasi dalam proyek baru bersama perusahaan minyak dan gas bumi Indonesia.
Rusia juga meminta dukungan penyelesaian proses compliance bagi perusahaan-perusahaan yang dinominasikan oleh Zarubezhneft guna memulai pengorganisasian suplai minyak ke Indonesia.