Masuk Kawasan Wisata Cibodas Kini Dikenakan Tiket Rp7.000 per Orang

Pintu utama kawasan wisata Cibodas, Desa Cimacan, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Ahmad Fikri

Masuk Kawasan Wisata Cibodas Kini Dikenakan Tiket Rp7.000 per Orang

Silvana Febiari • 15 May 2026 19:34

Cianjur: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, kembali memberlakukan tiket masuk atau retribusi ke kawasan wisata Cibodas sebesar Rp7.000 per orang. Kebijakan ini mulai berlaku pada 14 Mei 2026 setelah sebelumnya dilakukan uji coba.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Cianjur Yudha Azhar mengatakan uji coba dilakukan pada Maret 2026 sekaligus sebagai bentuk sosialisasi setelah dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan berbagai kalangan termasuk DPRD Cianjur.

"Berdasarkan RDP terbaru retribusi kawasan wisata Cibodas mulai diterapkan, di mana hanya dikenakan per orang, untuk kendaraan tidak ditarik retribusi alias gratis, sedangkan petugas tiket langsung dari Disparbud Cianjur," katanya, dilansir dari Antara, Jumat, 15 Mei 2026. 
 


Pihaknya memastikan tidak ada penarikan tarif parkir di dalam kawasan wisata Cibodas. Wisatawan atau pemilik kendaraan dapat melapor ketika mendapati oknum yang menarik biaya parkir atau biaya lainnya guna dilakukan penindakan.

Petugas tiket, tutur dia, tidak menggunakan pihak ketiga, namun langsung dari dinas. Seluruh retribusi yang diperoleh setiap hari langsung masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan target sebesar Rp2,4 miliar.

Meski Pemkab Cianjur sejak lama berencana menerapkan satu tiket untuk seluruh objek wisata di kawasan Cibodas, namun hingga kini belum tercapai kesepakatan. Penerapan tiket hanya berlaku untuk masuk kawasan wisata Cibodas dan belum mencakup objek wisata di dalamnya.

"Kami tetap menjalin komunikasi dengan harapan dapat diterapkan satu tiket termasuk ke berbagai obyek wisata yang ada di dalam kawasan Cibodas," ungkapnya.


Wisatawan memadati kawasan Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Ahmad Fikri.

Bahkan, pihaknya tetap membuka komunikasi dengan berbagai pihak termasuk masyarakat sekitar. Khususnya pedagang yang merasa keberatan dengan kembali diterapkannya retribusi di pintu masuk kawasan wisata Cibodas.

Sementara, sebagian besar pedagang di kawasan tersebut mengaku khawatir tingkat kunjungan wisatawan akan kembali menurun. Kekhawatiran ini muncul seiring diberlakukannya retribusi di pintu masuk yang dinilai dapat mengurangi jumlah wisatawan pada hari biasa maupun akhir pekan.

"Kami berharap dengan diterapkannya retribusi angka kunjungan tetap tinggi, karena selama ini banyak pedagang gulung tikar karena sepinya wisatawan, sebagian besar dari mereka mengeluh banyaknya tiket yang harus dibayar," ujar pedagang, Acep.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)