Nepal Revisi Jumlah Korban Banjir Bandang, 6.150 Jiwa Dilaporkan Tewas

Banjir bandang di Nepal tenggelamkan rumah warga. Foto: ABC Australia

Nepal Revisi Jumlah Korban Banjir Bandang, 6.150 Jiwa Dilaporkan Tewas

Fajar Nugraha • 17 September 2026 10:06

Kathmandu: Otoritas penanggulangan bencana Nepal menyatakan pada Rabu 16 September 2026 bahwa mereka telah merevisi naik secara signifikan jumlah orang yang dinyatakan hilang pascabanjir 26 Agustus menjadi 6.150 jiwa, menyusul proses pendataan dan verifikasi di wilayah-wilayah terdampak.

"Kami telah mengumpulkan rincian mengenai orang-orang yang hilang dari kantor-kantor distrik dan merevisi data tersebut setelah dilakukan verifikasi," ujar juru bicara otoritas bencana, Shanti Mahat, kepada AFP, dikutip dari Channel News Asia, Kamis 17 September 2026.

Angka tersebut meningkat dari 5.179 orang yang dilaporkan sehari sebelumnya.

Menurut badan penanggulangan bencana tersebut, jumlah jenazah yang telah ditemukan mencapai 1.403 jiwa, dengan 105 di antaranya telah berhasil diidentifikasi.

Di sisi lain perbatasan, yakni di Tiongkok, jumlah korban tercatat sebanyak 43 orang tewas dan 519 orang hilang, menurut laporan media pemerintah setempat.

Total korban gabungan dari bencana runtuhnya gunung es mematikan di perbatasan Nepal-Tiongkok -,mencakup kedua negara,- kini mencapai 1.446 orang tewas dan setidaknya 6.669 orang hilang.

Ratusan warga negara asing, termasuk wisatawan dan peziarah, termasuk di antara mereka yang dinyatakan hilang.

Skala banjir yang terjadi sangat luar biasa dan belum pernah disaksikan sebelumnya oleh warga setempat; pemerintah Nepal menyoroti dampak parah kenaikan suhu global terhadap pegunungan Himalaya sebagai penyebabnya.

Nepal, sebuah negara dengan populasi 30 juta jiwa yang sebagian besar wilayahnya merupakan pedesaan, hanya menyumbang sebagian kecil dari emisi gas rumah kaca global dibandingkan dengan negara-negara industri.

Perdana Menteri Balendra Shah dijadwalkan melakukan perjalanan luar negeri pertamanya sebagai pemimpin negara untuk membahas isu mendesak ini di hadapan Majelis Umum PBB pada pekan depan.

Nepal memperkirakan biaya rekonstruksi pascabanjir dahsyat tersebut akan mencapai USD4,78 miliar.

(Fajar Nugraha)