Tim SAR gabungan mengevakuasi satu jasad dari total tiga korban meninggal dunia yang baru ditemukan pada operasi SAR hari keenam terhadap korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, di perairan Masalembo, Laut Jawa, Jumat (18/9/2026). ANTARA/HO-Basarnas
Cuaca Membaik, Tim Salvage Siapkan Pengangkatan Bangkai KM Virgo Transport 8
Whisnu Mardiansyah • 18 September 2026 22:50
Banjarmasin: Tim operasi salvage mulai melakukan survei bawah air terhadap badan kapal KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembu, Laut Jawa. Observasi dilakukan sebagai tahap awal untuk menentukan teknis pengangkatan badan kapal ke permukaan.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan survei dilakukan menggunakan perangkat Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mengetahui posisi dan kondisi badan kapal di bawah laut.
“Hari ini Jumat, pukul 12.30 Wita tim salvage di lokasi melakukan survei bawah air menggunakan perlengkapan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mengetahui dan mengobservasi posisi dan duduk badan kapal,” kata Yudhi dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari keenam kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, seperti dilansir Antara, Jumat, 18 September 2026.
Hasil pengamatan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan tahapan berikutnya dalam operasi salvage. Tim akan menyiapkan kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mengangkat badan kapal dari dasar laut.
“Sambil tim salvage bekerja, dua tim penyelam juga melakukan kegiatan bawah air. Kita dorong tim operasi salvagebekerja secepatnya,” ujarnya.
Kondisi Laut Mulai Mendukung
Yudhi mengatakan kondisi gelombang di sekitar lokasi kecelakaan saat ini berada di kisaran satu meter. Kondisi tersebut lebih rendah dibandingkan dua hari sebelumnya yang mencapai lebih dari 2,5 meter. Meski demikian, arus bawah laut yang cukup kuat sempat menjadi kendala dalam pelaksanaan operasi salvage.
Menurut Yudhi, kondisi cuaca terkini sudah memungkinkan penyelam kembali melakukan aktivitas bawah air. Kondisi tersebut dinilai telah memenuhi standar keselamatan untuk kegiatan penyelaman.
“Besok tim salvage akan merapat ke Banjarmasin untuk menyampaikan terkait apa yang sudah dilakukan, akan disampaikan dan dirapatkan,” katanya.
Berdasarkan laporan tim penyelam, badan KM Virgo Transport 8 masih berada di titik yang sebelumnya telah diketahui dan tidak mengalami pergeseran. Bangkai kapal saat ini berada di kedalaman sekitar 24 hingga 29 meter di bawah permukaan laut.
Selain persiapan pengangkatan kapal, unsur SAR masih melanjutkan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

Bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Istimewa
“Seluruh unsur SAR terus melakukan patroli melalui udara dan laut untuk memaksimalkan pencarian korban yang masih belum ditemukan, masing-masing armada menjalankan pencarian sesuai sektor yang telah dibagi,” ujar Yudhi.
Hingga hari keenam operasi SAR pada Jumat, 18 September 2026, pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 117 korban telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia.
Sementara itu, sebanyak 126 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026.
Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan kehilangan kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Pada hari yang sama, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembu, Laut Jawa.