Bolehkah Puasa Arafah Tanpa Tarwiyah? Ini Penjelasan dan Hukumnya dalam Islam

Ilustrasi freepik

Bolehkah Puasa Arafah Tanpa Tarwiyah? Ini Penjelasan dan Hukumnya dalam Islam

Putri Purnama Sari • 25 May 2026 13:03

Jakarta: Puasa Arafah menjadi salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, khususnya bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, tepat sehari sebelum Hari Raya Iduladha.

Menjelang Iduladha, tidak sedikit umat Muslim yang bertanya, apakah boleh hanya menjalankan puasa Arafah saja tanpa puasa sunah sebelumnya seperti puasa Tarwiyah? Pertanyaan ini cukup sering muncul karena sebagian orang khawatir puasanya kurang sempurna jika tidak dilakukan secara berurutan.

Lantas, bagaimana sebenarnya hukum puasa Arafah jika dilakukan sendiri? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Puasa Arafah?

Puasa Arafah adalah puasa sunah yang dilakukan pada tanggal 9 Zulhijah. Dinamakan puasa Arafah karena bertepatan dengan waktu para jemaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah, salah satu rukun utama ibadah haji.

Puasa ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
 

Bolehkah Puasa Arafah Saja?

Puasa Arafah boleh dilakukan sendiri tanpa harus didahului puasa Tarwiyah. Dalam Islam, tidak ada kewajiban untuk melaksanakan puasa Tarwiyah terlebih dahulu agar puasa Arafah menjadi sah.

Puasa Tarwiyah sendiri merupakan puasa sunah yang biasa dilakukan pada tanggal 8 Zulhijah. Namun, statusnya berbeda dengan puasa Arafah yang memiliki dalil dan keutamaan lebih kuat. Oleh karena itu, seseorang tetap diperbolehkan dan tetap mendapatkan pahala puasa Arafah meskipun hanya berpuasa pada tanggal 9 Zulhijah saja.

Hukum Puasa Arafah

Hukum puasa Arafah adalah sunah muakadah atau sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Sementara bagi jemaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah, puasa Arafah justru tidak dianjurkan. Hal ini agar mereka memiliki kondisi fisik yang kuat untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

1. Menghapus Dosa Dua Tahun

Keutamaan terbesar puasa Arafah adalah dihapuskannya dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.

2. Menjadi Amalan Sunah yang Dicintai Allah

Bulan Zulhijah termasuk waktu istimewa dalam Islam. Amal ibadah yang dilakukan pada hari-hari tersebut sangat dicintai Allah SWT, termasuk puasa sunah.

3. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Melaksanakan puasa sunah menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh menjelang Hari Raya Iduladha.
 

Niat Puasa Arafah

Berikut bacaan niat puasa Arafah:



Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala
 

Artinya: “Aku berniat menjalankan puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala”

Niat puasa sunah dapat dilakukan pada malam hari hingga sebelum waktu zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

(Arga Sumantri)