Rekaman CCTV pemeriksaan pengunjung Panhead Cafe Club & Bar. Istimewa
Insiden Penembakan Sesama TNI di Palembang, Manajemen Bar Akui Metal Detektor Gagal Deteksi Senjata Api
Jian Piere Papin • 19 May 2026 10:55
Palembang: Manajemen Panhead kafe, resto bar, dan tempat live music di Palembang, Sumatra Selatan, mengakui adanya kekurangan sistem keamanan terkait insiden penembakan yang melibatkan anggota TNI AD Kodam II Sriwijaya terhadap sesama rekannya sesama prajurit. Peristiwa tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia.
Manajemen menyebut metal detector atau pendeteksi logam yang terpasang di dalam kelab malam tidak mampu mendeteksi senjata api rakitan yang berbentuk seperti korek api dan dibawa masuk oleh pelaku.
Manajemen Panhead membuka rekaman CCTV saat korban, Prajurit Satu (Pratu) Ferischal Alfarizky Abelsa, dan tersangka, Sersan Satu (Sertu) MRN, masuk ke dalam kafe. Keduanya terlihat menjalani pemeriksaan keamanan oleh petugas keamanan (satpam) beserta alat metal detector.
Namun, sensor metal detector yang dipasang di pintu masuk ternyata tidak mendeteksi keberadaan senjata api rakitan yang dibawa pelaku penembakan ke dalam kafe. Akibat kejadian tersebut, pihak manajemen mengaku merasa kecolongan.
Pasalnya, saat terjadi keributan meskipun telah dilerai oleh petugas keamanan, Sertu MRN melepaskan tembakan yang mengenai tubuh korban. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun akhirnya meninggal dunia.
Kuasa hukum Kafe Panhead, Andyka Andalan Utama, mengatakan pihak manajemen sangat menyayangkan insiden tersebut. Selama ini, sistem keamanan di lokasi hiburan malam itu telah dilakukan secara ketat.
"Setiap pengunjung yang masuk menjalani pemeriksaan ekstra ketat, mulai dari pengecekan identitas hingga barang bawaan menggunakan metal detector. Namun, manajemen mengakui kecolongan dalam kasus ini karena benda yang diduga senjata rakitan berbentuk korek api itu dapat lolos dari pemeriksaan," kata Andyka di Palembang, Selasa, 19 Mei 2026.
Hingga saat ini, Panhead Cafe Club & Bar masih terpasang garis polisi sehingga kegiatan operasional terpaksa dihentikan. Manajemen berharap garis polisi yang masih terpasang di lokasi dapat segera dibuka agar operasional kafe bisa kembali berjalan normal, karena banyak karyawan yang menggantungkan hidup dari tempat usaha tersebut.
Dalam kasus penembakan ini, Denpom II Sriwijaya telah mengamankan Sertu MRN serta satu orang warga sipil berinisial JS. Untuk anggota TNI akan ditangani oleh Denpom II Sriwijaya, sedangkan warga sipil akan diserahkan ke Polrestabes Palembang untuk mempertanggungjawabkan perannya dalam kasus tersebut. Motif penembakan disebut oleh pihak TNI Kodam II Sriwijaya berasal dari selisih paham hingga terjadi cekcok mulut berujung penembakan.