Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Dijangkau hingga Wilayah 3T

Ilustrasi - Pegawai PNM saat bertemu nasabah pembiayaan ultra mikro. Foto: ANTARA/HO-PNM.

Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Dijangkau hingga Wilayah 3T

Fachri Audhia Hafiez • 5 August 2026 20:51

Jakarta: Pemberdayaan ekonomi bagi kaum perempuan prasejahtera terus diperluas hingga menjangkau kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Hal ini sebagai wujud nyata pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi rakyat di seluruh pelosok Indonesia.

"BUMN didorong tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan sosial dan lingkungan,” kata COO Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
 


Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Kindaris, menyampaikan bahwa perjalanan panjang untuk memperkuat pembiayaan serta pemberdayaan perempuan di pelosok negeri tidak terlepas dari keteguhan para nasabah yang terus berusaha di tengah berbagai keterbatasan.

“PNM membersamai sebagian kecil dari perjalanan mereka. Kekuatan sesungguhnya ada pada para ibu yang setiap hari memilih untuk bangkit, bekerja, dan menjaga harapan keluarganya. Tugas kami adalah memastikan mereka tidak berjalan sendiri dan terus memiliki ruang untuk bertumbuh,” ujar Kindaris.

Sejak menerima mandat negara pada 1999, PNM membawa tugas ekonomi sekaligus sosial untuk menyalakan harapan bagi usaha kecil yang kerap tumbuh jauh dari pusat perhatian. Mandat ini terus dijaga melintasi pergantian zaman.

Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Prasejahtera (Mekaar), negara hadir secara langsung lewat pendampingan yang menemani kaum perempuan prasejahtera merawat usahanya. Dari tangan para ibu dan perempuan tangguh di pelosok, usaha skala sangat kecil bertumbuh, dapur keluarga tetap menyala, dan masa depan anak-anak mulai menemukan jalannya.


Ilustrasi pelaku UMKM. Foto: Pexels.com/Firman Marek Brew.

Dengan mengusung semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, inisiatif pemberdayaan bersama Danantara Indonesia ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara mendorong pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi rakyat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga ke tingkat akar rumput.

Di wilayah 3T dan tepian negeri, layanan pemberdayaan hadir menyusuri jalan yang tidak mudah untuk membuka akses perbankan inklusif dan mendengarkan kebutuhan masyarakat. Langkah ini memastikan bahwa setiap perempuan dan keluarga di pelosok terpencil memiliki kesempatan yang sama untuk berdiri teguh di atas usahanya sendiri.

(Fachri Audhia Hafiez)