PM Thailand Anutin Charnvirakul saat berbicara di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026. (Metrotvnews.com)
PM Thailand Dorong ASEAN Terapkan Pendekatan Bertahap Atasi Krisis Myanmar
Muhammad Reyhansyah • 4 August 2026 14:30
Jakarta: Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mendorong ASEAN menerapkan pendekatan bertahap (calibrated re-engagement) dalam menangani krisis Myanmar dengan tetap berpegang pada Konsensus Lima Poin (5PC) sebagai kerangka utama penyelesaian konflik.
Anutin mengatakan pendekatan tersebut bertujuan menjaga ruang dialog tetap terbuka sekaligus menyesuaikan langkah ASEAN dengan perkembangan situasi di lapangan untuk mendorong kemajuan yang nyata.
"Konsensus Lima Poin tetap menjadi kerangka panduan ASEAN. Thailand mendorong pendekatan calibrated re-engagement yang menjaga dialog tetap terbuka dan merespons perkembangan di lapangan sambil mendorong kemajuan yang konkret," kata Anutin di Sekretariat ASEAN, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut Anutin, pendekatan tersebut tidak mengubah posisi ASEAN terhadap Myanmar, melainkan menjadi cara untuk menjaga momentum penyelesaian krisis melalui dialog dan keterlibatan yang terukur.
Pertemuan ICRC Jadi Sinyal Positif
Sebagai contoh perkembangan positif, Anutin menyinggung pertemuan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dengan pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi yang berlangsung sehari sebelumnya.Ia mengatakan pertemuan tersebut merupakan langkah yang selama ini didorong Thailand sebagai bagian dari upaya membuka ruang dialog dan membangun kepercayaan di Myanmar.
"Kemarin ICRC diizinkan bertemu Aung San Suu Kyi dan beliau tampak dalam kondisi yang baik. Inilah yang selama ini Thailand dorong. Kami berharap akan ada lebih banyak perkembangan positif dalam waktu dekat," ujarnya.
Anutin menegaskan perdamaian dan stabilitas di Myanmar bukan hanya menjadi kepentingan Thailand sebagai negara yang berbatasan langsung, tetapi juga menjadi kepentingan seluruh ASEAN.
"Myanmar yang damai dan stabil bukan hanya penting bagi Thailand sebagai tetangga dekat, tetapi juga penting bagi persatuan ASEAN dan stabilitas kawasan," katanya.
Persatuan ASEAN Tetap Prioritas
Anutin menilai ASEAN menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat rivalitas geopolitik, gangguan rantai pasok, perkembangan teknologi, hingga berbagai konflik di kawasan.Karena itu, menurutnya, ASEAN perlu memperkuat persatuan dan sentralitas agar mampu menghadapi tekanan dari luar tanpa kehilangan kemampuan mengambil keputusan secara mandiri.
Ia menambahkan prinsip konsensus dan nonintervensi tetap menjadi fondasi ASEAN. Namun, kedua prinsip tersebut perlu diterapkan secara fleksibel agar organisasi tetap mampu menjaga persatuan sekaligus mengambil langkah yang bermakna dalam menghadapi berbagai tantangan kawasan.
Menutup pidatonya, Anutin menegaskan Thailand akan terus mendukung ASEAN sebagai kawasan yang damai, stabil, dan mampu menghadapi tantangan global melalui kerja sama yang lebih erat antarnegara anggota.
Baca juga: Muncul Kembali ke Publik, Suu Kyi Bertemu Perwakilan Palang Merah Internasional