Luas Karhutla Riau Capai 2.713 Hektare dalam Tiga Bulan Terakhir

Petugas pemadam berjibaku memadamkan bakaran lahan di wilayah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu, 25 Maret 2026. ANTARA/Ogen

Luas Karhutla Riau Capai 2.713 Hektare dalam Tiga Bulan Terakhir

Silvana Febiari • 26 March 2026 15:11

Riau: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mencapai 2.713,26 hektare. Luasan tersebut terjadi dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, sejak 1 Januari hingga 24 Maret 2026.

"Angka tersebut merupakan akumulasi data per Rabu (25 Maret) yang menunjukkan tren peningkatan luasan terbakar di sejumlah titik strategis," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dilansir dari Antara, Kamis, 26 Maret 2026. 

Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi berdasarkan periode pelaporan terbaru yang mereka terima, penambahan luas kebakaran terjadi secara signifikan di Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, serta Kabupaten Indragiri Hilir.
 


Menurut Abdul, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Status tersebut berlaku efektif hingga Minggu, 30 November mendatang untuk mempercepat koordinasi penanganan di lapangan.

BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan wilayah Sumatra, dan unsur terkait terus melakukan penanganan darurat secara intensif. Upaya ini mencakup pemadaman titik api melalui jalur darat maupun operasi udara menggunakan helikopter.


Ilustrasi: Pemadaman kebakaran hutan dan lahan. ANTARA/HO-Manggala Agni


Selain pemadaman, tim gabungan juga fokus pada evakuasi warga terdampak asap, pendataan kerugian, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga peningkatan patroli rutin di wilayah-wilayah yang masuk dalam zona rawan kebakaran.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan secara kolektif untuk mencegah meluasnya karhutla di wilayah rawan lainnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)