Embung Celengan, Ngawen, Kabupaten Blora menjadi sumber cadangan air baku saat musim kemarau. (MI/AS)
Siaga Kekeringan, Semarang Siapkan Pasokan Air Bersih
Media Indonesia • 13 April 2026 15:19
Semarang: Sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) mulai siaga terhadap ancaman kekeringan akibat kemarau panjang, yang diprakirakan berlangsung hingga Oktober 2026. Pemerintah pun mulai menyiapkan pasokan air bersih dalam jumlah besar.
"Kita siapkan 1 juta liter air bersih menghadapi musim kemarau panjang akibat adanya El Nino Godzilla yang diperkirakan segera berlangsung," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Senin, 13 April 2026.
Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, lanjut Agustina, sejumlah kawasan di Kota Semarang mengalami kesulitan air bersih saat kemarau panjang seperti daerah Rawasari, Tembalang, Gunungpati dan lainnya. Pihaknya terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan air bersih.
Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah memprediksi musim kemarau 2026 di wilayahnya akan berlangsung lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun hingga saat ini dampak El Nino Godzilla belum terjadi di Jawa Tengah. bahkan, kondisi atmosfer pada periode April hingga Juni 2026 masih dalam fase netral.
"Tidak ada faktor signifikan yang dapat menambah maupun mengurangi curah hujan di wilayah Jawa Tengah, ada indikasi El Nino dengan intensitas lemah pada semester kedua 2026," ujar Analis Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah Zauyik.

Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)
Menurut Zauyik sebagian wilayah Jawa Tengah, khususnya di bagian timur laut telah mulai memasuki musim kemarau sejak April 2026. Sedangkan, kata dia, durasi musim kemarau tahun ini di Jawa Tengah berlangsung 5-7 bulan.
Sementara itu Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto mengatakan, awal musim kemarau 2026 di Jawa Tengah secara umum terjadi pada Mei 2026. Namun ada beberapa wilayah diperkirakan sudah lebih awal berlangsung sejak awal April.
"Seperti Kabupaten Rembang, Kepulauan Karimunjawa, sebagian besar wilayah Pati, Jepara dan sebagian kecil Demak dan Blora," ujar Goeroeh. (MI/AS)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com