Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez. (EPA / Miguel Gutierrez)
Masa Jabatan Interim Habis, Delcy Rodriguez Masih Menjabat Presiden Venezuela
Muhammad Reyhansyah • 7 April 2026 17:02
Caracas: Delcy Rodríguez masih menjabat sebagai presiden sementara Venezuela pada Senin, 6 April 2026, meski masa penugasan awalnya selama 90 hari telah berakhir.
Batas waktu tersebut sebelumnya ditetapkan oleh Mahkamah Agung Venezuela setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) pada Januari lalu.
Namun, belum jelas berapa lama Rodríguez akan tetap memegang jabatan tersebut, mengingat parlemen belum melakukan pemungutan suara terbuka untuk memperpanjang masa jabatannya setelah tenggat berakhir pada Jumat lalu.
Berdasarkan keputusan pengadilan, Maduro secara resmi masih diakui sebagai presiden Venezuela. Ketidakhadirannya disebut sebagai “ketiadaan paksa” akibat “penculikan”, sehingga ia tidak dapat menjalankan tugas kenegaraan untuk sementara waktu.
Melansir AsiaOne, Selasa, 7 April 2026, mengacu pada konstitusi Venezuela, kekosongan sementara dalam jabatan presiden diisi oleh wakil presiden, posisi yang sebelumnya dipegang Rodríguez dengan masa maksimal 90 hari. Masa tersebut dapat diperpanjang selama 90 hari tambahan melalui persetujuan Majelis Nasional.
Majelis Nasional yang dikuasai oleh partai pendukung Rodríguez juga memiliki kewenangan untuk menyatakan jabatan presiden kosong secara permanen, yang dapat memicu pemilihan umum mendadak.
Kantor pers pemerintah Venezuela tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait situasi ini.
Seorang peneliti dari Venezuela Observatory di Universidad del Rosario, Kolombia, Ronal Rodríguez, menilai pemerintah memiliki rekam jejak dalam menggunakan interpretasi hukum untuk mempertahankan kekuasaan, khususnya sejak Maduro menjabat pada 2013.
“Dan tidak akan mengejutkan jika mereka melakukan hal yang sama lagi sekarang,” ujarnya.
“Mereka kemungkinan besar akan mencoba mencari berbagai alasan, seperti bertepatan dengan Jumat Agung atau cara perhitungan hari, tetapi pada akhirnya semuanya akan disahkan melalui putusan Mahkamah Agung,” tambahnya.
Drama politik Venezuela
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap di Caracas pada 3 Januari dan dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba. Keduanya telah menyatakan tidak bersalah.Rodríguez bersama para pemimpin partai berkuasa menuntut pembebasan pasangan tersebut dan menyebut penahanan itu sebagai penculikan. Seruan serupa juga terlihat dalam berbagai baliho dan mural di ibu kota Caracas.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengejutkan banyak pihak dengan memilih bekerja sama dengan Rodríguez setelah Maduro dilengserkan, alih-alih mendukung oposisi politik Venezuela.
Sejak itu, Rodríguez memimpin kerja sama dengan Washington dalam upaya bertahap mengatasi krisis Venezuela, termasuk menarik investor internasional serta membuka sektor energi bagi investasi swasta dan mekanisme arbitrase global.
Ia juga melakukan perombakan pejabat tinggi, termasuk mengganti menteri pertahanan dan jaksa agung yang sebelumnya setia kepada Maduro.
Trump bahkan memuji kinerja Rodríguez, sementara Departemen Keuangan AS telah mencabut sanksi terhadapnya. Departemen Luar Negeri AS juga telah mengakui Rodríguez sebagai satu-satunya kepala negara Venezuela.
Amerika Serikat sendiri telah berhenti mengakui Maduro sebagai pemimpin sah Venezuela sejak 2019, setelah pemilu yang dimenangkannya saat itu dinilai tidak kredibel karena oposisi tidak diizinkan berpartisipasi.
Baca juga: Presiden Interim Venezuela Klaim Kendali Pemerintahan, Dukung Legitimasi Maduro