Presiden Prabowo Subianto. Foto: Youtube Setpres.
Presiden Prabowo Ingatkan Ancaman Krisis Pangan, Energi, dan Air
Anggi Tondi Martaon • 8 April 2026 15:47
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengingatkan adanya ancaman krisis global yang meliputi pangan, energi, dan air sebagai isu mendasar yang perlu diantisipasi setiap negara. Kepala Negara menilai tiga sektor tersebut telah lama diyakininya sebagai faktor penentu keselamatan bangsa.
"Saya telah meyakini dan saya telah menyebarluaskan hal-hal pokok yang saya yakini adalah daftar keselamatan bangsa, dan ini telah dibenarkan oleh PBB dalam sustainable development goals, di mana beberapa tahun yang lalu PBB sudah meramalkan bahwa krisis dunia, krisis yang akan melanda seluruh dunia adalah tiga hal yaitu krisis pangan, krisis energi, dan krisis air," kata Prabowo dikutip dari Antara, Rabu, 8 April 2026.
Presiden kedelapan Indonesia itu menyampaikan pandangan tersebut telah diperjuangkan dan dituangkan dalam berbagai pemikiran selama puluhan tahun. Termasuk dalam buku-bukunya yang menekankan pentingnya ketahanan pada sektor pangan, energi, dan air.
Mengenai kondisi di dalam negeri, Prabowo mengatakan Indonesia relatif tidak mengalami persoalan mendasar pada ketersediaan air. Prabowo menilai Indonesia justru mengalami kelebihan air, meskipun di beberapa wilayah, terutama di kawasan timur, masih terdapat kesulitan.
Menurut RI 1, persoalan air lebih banyak berkaitan dengan pengelolaan dan kemampuan dalam menjaga alam. Seperti kerusakan hutan yang dapat memicu kekeringan.
"Hutan kita babat, pohon-pohon di gunung kita babat akhirnya air tidak dapat ditahan terjadi kekeringan tetapi hal-hal ini bisa kita atasi. Ada negara-negara yang kaya akan minyak dan gas tidak punya air," ucap Prabowo.
Presiden Prabowo mengumpulkan jajaran Kabinet Merah Putih, mulai dari menteri, wakil menteri hingga pejabat setingkat eselon I kementerian lembaga, di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu, untuk menyampaikan taklimat secara langsung.

Rapat kerja (Raker) Kabinet Merah Putih. Foto: Youtube Setpres.
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo menyampaikan Presiden ingin menyampaikan langsung arahan kepada seluruh jajaran pejabat agar terdapat kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah.
"Bapak Presiden merasa penting untuk menyampaikan juga secara langsung kepada seluruh eselon I, karena kita semua ini kesatuan. Di sebuah kementerian ada menteri, didukung oleh para eselon I, dan jajaran di bawahnya," ujarnya.
Dia menambahkan Presiden kemungkinan menyampaikan hal-hal strategis terkait kebijakan pemerintah dan penyelenggaraan negara, termasuk perkembangan situasi terkini.