TN Bukit Tigapuluh Rekam 4 Individu Harimau Sumatra

Seekor harimau sumatra terekam kamera jebak TNBT di Resort Suo-Suo, Provinsi Jambi. ANTARA/HO-SPTN Wilayah I TNBT

TN Bukit Tigapuluh Rekam 4 Individu Harimau Sumatra

Whisnu Mardiansyah • 8 January 2026 11:49

Siak: Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) kembali membuktikan kelestarian ekosistemnya. Hasil monitoring menggunakan kamera jebak periode September hingga Desember 2025 berhasil merekam empat individu harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang berbeda.

“Untuk sementara ya, terekam empat, pengambilan masih dilanjutkan. Artinya masih ada ya (harimau sumatra),” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai TNBT, Hendra Koswandi di Jambi seperti dilansir Antara, Kamis, 8 Januari 2026.

Perekaman itu dilakukan di wilayah Suo-Suo. Petugas bersama mitra konservasi menyebar 40 unit kamera di 20 petak lokasi strategis. Setiap lokasi memiliki cakupan pantau seluas 2x2 kilometer persegi atau sekitar 400 hektare.

Selain harimau sumatra, kamera-kamera tersebut juga berhasil mengabadikan pergerakan 32 jenis satwa liar di dalam hutan. Sebanyak 13 di antaranya merupakan satwa dilindungi berdasarkan undang-undang.
 


Satwa dilindungi yang berhasil terekam antara lain tapir (Tapirus indicus), gajah sumatra (Elephas maximus sumatrensis), beruang madu (Helarctos malayanus), rusa (Cervidae), kancil (Tragulus), trenggiling (Pholidota), dan binturong (Arctictis binturong).

“Kalau beruang setiap pengambilan pasti ada (terekam), babi juga selalu terlihat,” kata Hendra.

Keberadaan satwa kunci, terutama harimau sumatra sebagai predator puncak, menjadi indikator vital. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem di lanskap TN Bukit Tigapuluh masih terjaga dengan baik. Meski demikian, Hendra mengakui bahwa tantangan konservasi tetap besar. Tekanan dari aksi perambahan hutan dan perburuan liar hingga saat ini masih tinggi.


Ilustrasi. Harimau liar yang ditangkap BKSDA Aceh beberapa waktu lalu. MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

Untuk mengantisipasinya, pihak TNBT terus memperkuat pengawasan. “Tekanan tetap besar, antisipasinya kita selalu patroli rutin, alhamdulillah kita dapat tambahan petugas baru. Masyarakat dan pihak terkait terus kita libatkan, termasuk mitra menjaga taman nasional,” ujar Hendra.

Ia juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat, terutama di desa-desa penyangga, untuk bekerja sama merawat dan mengawasi ekosistem kawasan seluas 144.223 hektare yang membentang di dua provinsi, Jambi dan Riau, tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)