Daftar Negara Paling Mudah Marah di Dunia Versi Gallup, Chad Peringkat Pertama

Pemandangan salah satu wilayah di Chad yang berbatasan dengan Sudan. (Anadolu Agency)

Daftar Negara Paling Mudah Marah di Dunia Versi Gallup, Chad Peringkat Pertama

Willy Haryono • 13 June 2026 14:07

Jakarta: Chad menjadi negara dengan tingkat kemarahan tertinggi di dunia berdasarkan laporan terbaru Gallup yang dirilis pada 2025 dengan menggunakan data survei 2024.

Sebanyak 47 persen responden di negara Afrika Tengah tersebut mengaku merasakan kemarahan dalam sebagian besar aktivitas sehari-hari.

Temuan itu berasal dari survei Gallup yang mengukur kondisi emosional masyarakat di lebih dari 140 negara dan wilayah. Salah satu indikator yang digunakan adalah tingkat kemarahan (anger), yakni persentase responden yang mengaku mengalami kemarahan pada sebagian besar hari sebelumnya.

Chad Puncaki Daftar Negara Paling Mudah Marah

Menurut Gallup, Chad menempati posisi pertama dengan tingkat kemarahan sebesar 47 persen, tertinggi di antara 144 negara dan wilayah yang disurvei.

Laporan tersebut mengaitkan tingginya tingkat kemarahan dengan berbagai tantangan yang dihadapi negara itu, mulai dari ketidakstabilan politik, kesulitan ekonomi, konflik sosial, hingga persoalan keamanan.

Gallup mencatat tingkat kemarahan di Chad mencapai rekor tertinggi pada 2024. Kondisi itu terjadi setelah berbagai peristiwa yang memicu ketidakpuasan publik, termasuk ketegangan politik dan insiden keamanan yang menelan korban jiwa.

Selain Chad, sejumlah negara lain yang masuk kelompok teratas adalah Yordania, Armenia, Siprus Utara, Irak, dan Sierra Leone.

Sebagian besar negara tersebut memiliki kesamaan berupa tekanan ekonomi, konflik berkepanjangan, atau ketidakstabilan sosial dan politik.

Kemarahan Berkaitan dengan Stres dan Kekhawatiran

Gallup menemukan bahwa tingkat kemarahan cenderung lebih tinggi di negara-negara yang menghadapi konflik atau memiliki tingkat perdamaian yang rendah.

Masyarakat yang hidup dalam situasi penuh ketidakpastian umumnya lebih rentan mengalami tekanan psikologis, stres, kekhawatiran, dan berbagai emosi negatif lainnya.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa negara-negara dengan tingkat kemarahan tinggi umumnya mencatat angka kesedihan dan kekhawatiran yang relatif besar.

Meski demikian, Gallup menegaskan bahwa hasil survei tersebut tidak berarti seluruh masyarakat di negara tertentu selalu marah. Data itu hanya menggambarkan persentase responden yang mengaku mengalami kemarahan dalam sebagian besar aktivitas sehari-hari selama periode survei berlangsung.

Karena itu, indikator kemarahan lebih tepat dipahami sebagai gambaran kondisi emosional masyarakat secara umum, bukan sebagai cerminan karakter atau kepribadian suatu bangsa.

Temuan Gallup menunjukkan bahwa kondisi sosial, ekonomi, dan politik memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan emosional masyarakat. Stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan menjadi faktor penting yang dapat membantu menciptakan kualitas hidup yang lebih baik dan mengurangi tekanan emosional dalam kehidupan sehari-hari. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Daftar Negara dengan Upah Minimum Terendah di Dunia, Mayoritas di Afrika

(Willy Haryono)