Tim Nasional Iran Instagram @teammellifootball
Piala Dunia 2026
Iran vs Selandia Baru: Ambisi Tim Melli di Tengah Tantangan Politik
Ferdian Ananda Majni • 14 June 2026 22:39
Jakarta: Timnas Iran akan memulai perjuangan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Selandia Baru pada laga perdana Grup G yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Selasa, 16 Juni 2026, pukul 08.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk membuka jalan menuju babak gugur sekaligus mencatat sejarah baru di ajang sepak bola terbesar dunia.
Dikutip dari Media Indonesia, Iran datang ke turnamen sebagai salah satu kekuatan utama Asia. Tim asuhan Amir Ghalenoei tengah berada dalam performa positif setelah meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga persiapan.
Baca Juga :
Jadwal Pertandingan Grup E Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao dan Pantai Gading vs Ekuador
Tim Melli mengalahkan Kosta Rika 5-0, menundukkan Gambia 3-1, dan mengatasi Mali 2-0 dengan catatan pertahanan yang solid.
Meski demikian, perjalanan Iran menuju Piala Dunia kali ini tidak berjalan mulus. Ketegangan politik antara Iran dan Amerika Serikat menimbulkan berbagai kendala logistik yang memengaruhi persiapan mereka.
Federasi Sepak Bola Iran bahkan memindahkan markas tim dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, sehingga skuad harus melakukan perjalanan lintas negara setiap kali menjalani pertandingan fase grup di Amerika Serikat.
Selain persoalan perjalanan, sejumlah anggota federasi juga dilaporkan mengalami kendala visa. Situasi tersebut menjadi sorotan karena terjadi menjelang dimulainya turnamen yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Amir Ghalenoei mengakui bahwa kondisi tersebut tidak ideal bagi timnya. Namun, ia menegaskan para pemain tetap menunjukkan profesionalisme dan fokus penuh terhadap pertandingan.
"Biasanya, dalam turnamen seperti ini, pertimbangan kemanusiaan dan etika harus didahulukan daripada hal-hal teknis, dan saya percaya pertimbangan tersebut tidak diberikan kepada kami," kata Ghalenoei setelah tiba di Tijuana dilansir Sportmole, Minggu, 14 Juni 2026.

Timnas Selandia Baru. Foto: Instagram/@nzallwhites.
Bek senior Iran, Ehsan Hajsafi, juga mengungkapkan bahwa timnya harus menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir.
"Kami telah mengalami situasi yang sangat sulit," ujar Hajsafi.
Meski demikian, ia memastikan kondisi skuad tetap terjaga dengan baik.
"Para pemain berada dalam kondisi fisik yang sangat baik dan sepenuhnya siap untuk turnamen ini," tambahnya.
Di atas lapangan, Iran masih mengandalkan sejumlah pemain berpengalaman.
Mehdi Taremi akan menjadi tumpuan utama di lini depan. Penyerang yang telah mengoleksi 60 gol internasional tersebut didukung oleh Mohammad Mohebi dan Mehdi Ghayedi yang juga memiliki kontribusi signifikan untuk tim nasional.
Sementara itu, Selandia Baru kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2010. Tim asuhan Darren Bazeley lolos setelah menjuarai kualifikasi Oseania dan bertekad menciptakan kejutan di Grup G.
Namun, performa All Whites menjelang turnamen tidak terlalu meyakinkan. Mereka hanya meraih dua kemenangan dalam periode setelah memastikan tiket ke Piala Dunia, sementara sembilan pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan. Bahkan dalam beberapa laga terakhir, Selandia Baru kalah 0-4 dari Haiti dan 0-1 dari Inggris.
Harapan terbesar tim Oseania bertumpu pada kapten Chris Wood. Penyerang Nottingham Forest tersebut merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Selandia Baru dan diharapkan mampu memimpin lini serang dalam upaya meraih kemenangan Piala Dunia pertama dalam sejarah negara tersebut.
Selain Wood, Kosta Barbarouses dan Ben Waine juga diharapkan memberikan kontribusi penting dalam upaya menembus pertahanan Iran.
Pertandingan ini bukan hanya menjadi duel pembuka Grup G, tetapi juga pertemuan pertama antara Iran dan Selandia Baru di ajang Piala Dunia. Kedua tim sama-sama membawa misi besar untuk mengubah sejarah.
Iran tampil untuk ketujuh kalinya di Piala Dunia dan belum pernah berhasil lolos ke fase gugur. Dalam dua edisi terakhir, mereka mampu mencatat kemenangan di fase grup, tetapi tetap gagal melangkah lebih jauh.
Selandia Baru memiliki cerita berbeda. Mereka baru tampil untuk ketiga kalinya di putaran final dan masih mencari kemenangan pertama dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Kenangan terbaik mereka terjadi pada 2010 ketika berhasil menyelesaikan fase grup tanpa kekalahan setelah menahan Slovakia, Italia, dan Paraguay.
Di tengah berbagai tantangan yang mengiringi perjalanan Iran menuju turnamen, gelandang Saeid Ezzatollahi menegaskan bahwa tim berusaha tetap fokus pada sepak bola.
"Kami memanfaatkan kesempatan ini dan harus meningkatkan kemampuan untuk memperjuangkan apa yang kami sebut cinta. Dan cinta bagi kami adalah sepak bola," kata Ezzatollahi.
Sementara itu, Mahdi Mohammad Nabi, yang bertugas mengawasi operasional tim Iran di Piala Dunia, berharap FIFA dapat memenuhi komitmen yang pernah disampaikan kepada federasi mereka.
"Kami berharap Bapak Infantino benar-benar akan melaksanakan kata-kata dan janji yang telah ia buat kepada tim nasional Iran," kata Nabi.
Dengan segala latar belakang yang menyertai perjalanan mereka, Iran dan Selandia Baru kini akan berusaha membuktikan kemampuan di atas lapangan.
Bagi Iran, kemenangan dapat menjadi langkah awal menuju mimpi lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya. Sementara bagi Selandia Baru, hasil positif akan menjadi pencapaian bersejarah dalam upaya meraih kemenangan perdana di Piala Dunia.