Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier (kiri). Foto: ANTARA/Maria Cicilia Galuh.
Resmi, Indonesia Jadi Tuan Rumah Platform Kemitraan RI-Jerman JEIC Ke-2
Fachri Audhia Hafiez • 15 June 2026 16:24
Jakarta: Indonesia resmi terpilih menjadi tuan rumah gelaran Joint Economic and Investment Committee (JEIC) yang kedua pada 2026. Kepastian tersebut menandai babak baru penguatan komitmen kerja sama strategis antara Indonesia dan Jerman di berbagai sektor.
"Kami menyambut baik program Partnering in Business with Germany yang ditujukan untuk program UMKM. Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Joint Economic and Investment Committee yang kedua tahun ini," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan pers bersama Presiden Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 15 Juni 2026.
Baca Juga :
Pada pertemuan bersama Frank-Walter Steinmeier tersebut, kedua Kepala Negara sepakat mendongkrak volume perdagangan dan iklim investasi yang saling menguntungkan. Secara khusus, JEIC dibentuk sebagai platform inklusif yang tidak hanya mengikat unsur pemerintah, melainkan juga aktif melibatkan sektor swasta dari kedua negara.
Fokus utama komite ini mencakup bidang perdagangan, industri, investasi, lingkungan hidup, sumber daya alam, energi, maritim, pariwisata, kesehatan, hingga riset inovasi startup. Selain itu, percepatan penyelesaian kerja sama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) juga menjadi sorotan utama agar kesepakatan substantif bisa segera tercapai.
Prabowo menaruh harapan besar pada pengaruh politik Jerman untuk membantu mendorong finalisasi perjanjian IEU-CEPA di internal negara-negara Uni Eropa. Jika traktat ekonomi ini rampung, implementasinya dipastikan akan langsung memberikan manfaat konkret dan kompetitif bagi dunia usaha di kedua negara.

Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier (kiri). Foto: BPMI Setpres.
Tak hanya fokus pada komoditas dan modal, Prabowo membidik penguatan di sektor peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Indonesia ingin memperluas penetrasi tenaga kerja lokal di pasar industri Jerman, tidak lagi terbatas pada sektor domestik atau keperawatan, melainkan merambah ke sektor teknologi tingkat tinggi (high-tech).
"Di bidang tenaga kerja kesehatan, kami sangat apresiasi penandatanganan letter of intent mengenai global skills partnership di bidang keperawatan," kata Prabowo.