Arsip Foto - Area padang rumput di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ANTARA/Ananto Pradana
Medan Curam hingga Minim Air, Ini 3 Kendala Pemadaman Kebakaran Gunung Bromo
Silvana Febiari • 11 August 2026 19:49
Probolinggo: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menguraikan tiga faktor utama yang memicu sulitnya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga memasuki hari ke-10.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan medan yang curam menjadi salah satu kendala pemadaman. Titik api berada di lereng dengan kemiringan hingga 80 derajat sehingga sulit dijangkau tim darat.
"Kendala kedua adalah keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Saat ini, pengisian air untuk armada pemadaman hanya mengandalkan pasokan dari Ranu Pani," kata Suharyanto usai melihat kondisi lapangan pasca-kebakaran di Probolinggo, Jawa Timur, Selasa, 11 Agustus 2026.
Baca Juga :
Adapun kendala ketiga adalah cuaca yang belum mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi pertumbuhan awan hujan pada pertengahan Agustus.
"Berdasarkan penjelasan BMKG, terdapat potensi awan hujan pada 14–16 Agustus. Jika potensi tersebut dikonfirmasi, BNPB akan segera menggelar Operasi Modifikasi Cuaca agar hujan dapat diturunkan secara optimal di area terdampak," ujar Suharyanto.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. (Dokumentasi/ BNPB)
Penetapan Target dan Evaluasi Dampak Luas Lahan
Hingga saat ini, kebakaran di kawasan TNBTS telah berdampak pada lahan seluas 889 hektare. Area terdampak tersebar di Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.BNPB bersama BPBD provinsi dan kabupaten/kota menargetkan pemadaman karhutla di Bromo selesai Jumat. Setelah itu, armada helikopter water bombing dapat dialihkan ke wilayah lain yang membutuhkan.
"Saat ini ada tiga unit helikopter water bombing yang disiagakan. Begitu dua titik di Bromo ini berhasil dipadamkan dengan target hari Jumat, dua unit armada akan segera kita geser untuk mendukung operasi pemadaman di daerah lain yang juga membutuhkan dukungan udara," ungkapnya.