Lava Pijar Gunung Karangetang Tak Jangkau Permukiman Warga

Gunung Karangetang di Pulau Siau erupsi efusif sekitar pukul 20.00 WITA, Minggu, 9 Agustus 2026. ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang

Lava Pijar Gunung Karangetang Tak Jangkau Permukiman Warga

Silvana Febiari • 10 August 2026 19:18

Manado: Luncuran lava pijar Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, tidak menjangkau permukiman warga. Luncuran terpantau mengarah ke selatan sejauh sekitar 700 meter, kemudian berbelok ke barat sekitar 300–400 meter dan ke utara sekitar 700–1.000 meter.

"Pemukiman terdekat berada di jarak tiga kilometer," kata Penyelidik Bumi Ahli Muda, Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi Maluku, Sandy Gumolili, dilansir dari Antara, Senin, 10 Agustus 2026. 

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Karangetang periode 9 Agustus 2026, pukul 20:00 WITA terjadi erupsi efusif yang teramati adanya luncuran lava pijar dari kawah utara.
 


Selain luncuran lava pijar, Sandy mengimbau warga mewaspadai potensi awan panas guguran. Kondisi itu dapat terjadi akibat penumpukan material vulkanik pasca-erupsi.

Dia berharap warga mematuhi radius bahaya yang telah direkomendasikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar terhindar dari bahaya erupsi/awan panas guguran Gunung Karangetang.

Pada Level II (Waspada), masyarakat diimbau tidak memasuki atau beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Utara dan Kawah Selatan. Masyarakat juga diminta menjauhi sektor utara-barat dan barat daya Kawah Utara dalam radius 2,5 kilometer.


Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro meletus dan melontarkan lava pijar di sekitar kawah. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro


Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, serta tidak terpancing berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas gunung api Karangetang.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan mematuhi rekomendasi Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Warga juga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak benar terkait aktivitas Gunung Karangetang.

(Silvana Febiari)