Gerakan Sosial Butuh Keterlibatan Masif untuk Beri Dampak

Festival Inspirasi. Foto: Istimewa

Gerakan Sosial Butuh Keterlibatan Masif untuk Beri Dampak

M Sholahadhin Azhar • 11 August 2026 11:56

Jakarta: Gerakan sosial disebut membutuhkan keterlibatan masif untuk memberi dampak. Sekaligus, dapat sejalan dengan agenda pemerintah.

"Dibutuhkan engagement yang besar dari berbagai pihak agar program yang dijalankan dapat sejalan dengan agenda pemerintah dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Asisten Perlindungan dan Bantuan Sosial, Deputi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Trukan Sri Bahukeling, dalam keterangan yang dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.

Hal itu diungkap Trukan dalam Festival Inspirasi 2026 yang digagas Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM). Agenda itu digelar memperingati YIIM 12 tahun berkiprah di Indonesia. 

“Ketika pemerintah melihat berbagai persoalan yang ada di masyarakat, organisasi sosial seperti YIIM tentu menjadi mitra untuk berkolaborasi," kata Trukan.
 


Founder dan Dewan Pembina Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun, Irfan Melayu, sepakat dengan pandangan itu. Menurut Irfan, 12 tahun perjalanan YIIM memberi pelajaran bahwa perubahan yang bermakna tidak dapat dibangun sendiri.

"Setiap dampak yang tercipta merupakan hasil dari kepercayaan, kepedulian, dan kolaborasi berbagai pihak," kata Irfan.

Melalui Festival Inspirasi, pihaknya ingin membuka ruang agar semakin banyak pihak dapat bertemu, bertukar gagasan, dan mengambil peran. Terutama, dalam membangun gaya hidup serta masa depan yang lebih berkelanjutan.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Lu’lu Agustina, menyoroti pentingnya dukungan kebijakan, partisipasi masyarakat, dan keterlibatan generasi muda dalam mewujudkan kehidupan berkelanjutan.

Menurut Lu'lu, festival Inspirasi dapat menjadi ruang untuk mengubah inspirasi menjadi aksi nyata. Sustainable living for all, kata dia, harus diwujudkan sebagai gaya hidup yang dapat dijalankan oleh semua orang.

"Generasi muda juga berperan penting dalam membangun kesadaran terhadap dampak fast fashion, sementara peluang kerja hijau perlu dikembangkan secara inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah terus mendorong kebijakan yang memudahkan masyarakat mewujudkan komitmennya terhadap lingkungan,” ujar Lu’lu Agustina.


Festival Inspirasi. Foto: Istimewa

Direktur PT Insight Investments Management, Ria M Warganda, mendukung agenda itu. Dia menyampaikan bahwa keterlibatan sektor swasta memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem keberlanjutan dan memperluas dampak berbagai inisiatif sosial.

“Festival Inspirasi menjadi ruang yang penting untuk mempertemukan berbagai pihak, menerjemahkan komitmen menjadi aksi nyata, serta mendorong lahirnya kolaborasi yang memberikan dampak jangka panjang,” ujar Ria M Warganda.

Komitmen kolaborasi tersebut tecermin secara nyata dalam perjalanan 12 tahun kemitraan antara PT IIM dan YIIM. Ria menyampaikan apresiasinya kepada YIIM yang telah menjadi mitra strategis program CSR PT IIM dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

“Kerja sama ini sejalan dengan komitmen utama kami, yaitu transforming investment into social impact. Nilai tersebut kami hadirkan secara nyata melalui aplikasi InvestasiIN, yang memungkinkan masyarakat untuk berinvestasi sekaligus berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keberlanjutan di samping sebagai komitmen kami dalam mendukung meluasnya ekosistem pasar modal berkelanjutan di Indonesia” ujar Ria M. Warganda.

Melalui Festival Inspirasi, YIIM mengajak masyarakat untuk melihat keberlanjutan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan edukasi yang relevan, pengalaman langsung, dan partisipasi aktif berbagai pihak, festival ini menjadi langkah bersama menuju masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

(M Sholahadhin Azhar)