Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari. Foto: Metro TV/Muhammad Adytama Damardjati.
Kedubes Palestina bakal Merayakan HUT Ke-81 RI di Jakarta
Muhammad Adyatma Damardjati • 6 August 2026 14:22
Jakarta: Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina di Jakarta ikut menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Inisiatif ini merupakan wujud rasa syukur dan terima kasih mendalam atas dukungan tanpa henti dari pemerintah dan rakyat Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
Hal itu diungkap Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, saat menyampaikan langsung ucapan selamat menjelang hari besar nasional tersebut kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Abdulfattah memastikan bahwa komunitas warga Palestina di Jakarta akan ikut memeriahkan kemerdekaan Indonesia.
"Insyaallah pada hari Sabtu ini, kami ingin melakukan sesuatu di sini (Kedubes) semata-mata untuk mengucapkan terima kasih dari lubuk hati kami kepada Indonesia. Kami mencintai negara ini dan rakyat Indonesia," ujar Abdulfattah di Balai Kota Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
"Pemerintah DKI Jakarta menyambut baik keinginan sejumlah komunitas Palestina yang ingin menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81 di Kedutaan Besar Palestina yang ada di Jakarta," kata Pramono.
Melalui perayaan bersama ini, Pramono berharap nuansa kemerdekaan dapat dirasakan langsung di lingkungan Kedubes Palestina. Pemprov DKI Jakarta juga memastikan akan turut mendampingi perhelatan tersebut.
"Tentunya kami akan bersama-sama nanti untuk membuat Kedutaan Besar Palestina ini menjadi betul-betul menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Pramono.
Kondisi Kritis Gaza dan Tepi Barat
Dalam kesempatan itu, Abdulfattah membeberkan secara emosional eskalasi krisis kemanusiaan yang mencengkeram Jalur Gaza dan Tepi Barat (West Bank). Dia menyoroti tingginya angka kematian kelompok rentan, dan masifnya perusakan infrastruktur sipil akibat gempuran tanpa henti.
"Tidak ada orang yang bisa diam melihat sebuah negara membunuh lebih dari 26.000 anak-anak, 10.000 wanita, atau 3.000 wanita hamil, serta menghancurkan lebih dari 85 persen perumahan kami," kata Abdulfattah.

Dubes Palestina Abdulfattah A.K. Al-Sattari bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: dok. Pemprov DKI.
Selain genosida di Jalur Gaza, penderitaan serupa juga dialami oleh warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem. Warga, secara sistematis, terus dirampas ruang hidupnya melalui perluasan permukiman ilegal.
Kendati dihantam krisis yang memilukan, Abdulfattah memastikan bahwa ketangguhan rakyat Palestina tak akan pernah pudar. Mengalirnya gelombang dukungan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, menjadi bahan bakar utama untuk terus menyuarakan kebebasan.
"Jika Anda menatap mata anak-anak kami, Anda akan tahu bahwa Palestina akan merdeka. Kami memiliki keyakinan kuat bahwa Palestina akan segera merdeka," kata Abdulfattah.