RI Teken Kontrak Ekspor Cengkeh Rp1,3 Miliar ke Arab Saudi

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

RI Teken Kontrak Ekspor Cengkeh Rp1,3 Miliar ke Arab Saudi

Eko Nordiansyah • 21 August 2026 13:18

Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut Indonesia mendapat kontrak ekspor 10 ton cengkeh senilai USD78 ribu atau setara Rp1,3 miliar dengan Arab Saudi.

Pembelian tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kontrak pembelian (Sales Purchase Agreement/SPA) antara PT Navva Nusantara Commodities dari Indonesia dengan Al Nafea Foods Co. dari Arab Saudi.

"Penandatanganan kontrak pembelian cengkeh ke Arab Saudi menunjukkan Indonesia memiliki produk berkualitas internasional. Kami harap, penandatanganan kontrak pembelian ini dapat makin membuka akses produk Indonesia di pasar global, khususnya kawasan Teluk," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi, dikutip dari Antara, Jumat, 21 Agustus 2026.

Penandatanganan kontrak pembelian merupakan hasil fasilitasi penjajakan bisnis (business matching) oleh Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah pada Juni 2026.

Kepala ITPC Jeddah Bagas Haryotejo menyampaikan konflik regional yang saat ini menjadi tantangan di kawasan Teluk turut berdampak pada kenaikan biaya pengapalan ke Arab Saudi hingga tiga kali lipat.

Namun, ITPC Jeddah berkomitmen untuk terus membantu eksportir Indonesia, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjajaki pasar Arab Saudi dan memastikan perdagangan Indonesia ke Arab Saudi tetap terjaga.

"Kami berharap eksportir yang telah mendapatkan pasar di Arab Saudi terus mempertahankan kualitasnya agar kepercayaan terhadap Indonesia terus terjaga dan dapat membuka peluang yang lebih besar dengan para importir Arab Saudi meski di tengah tantangan perdagangan," kata Bagas.


(ITPC Jeddah bersama Al Nafea Foods Co. dari Arab Saudi melakukan penandatanganan kontrak. Foto: Dok Kemendag)

Perdagangan Indonesia catat surplus dengan Arab Saudi

Pada Januari-Juni 2026, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi tercatat sebesar USD1,69 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi USD1,02 miliar dan impor Indonesia dari Arab Saudi USD665,10 juta. Indonesia mencatatkan surplus perdagangan nonmigas sebesar USD357,3 juta terhadap Arab Saudi.

Pada 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi tercatat sebesar USD3,94 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar USD2,88 miliar dan impor Indonesia dari Arab Saudi USD1,06 miliar. Indonesia surplus perdagangan nonmigas terhadap Arab Saudi sebesar USD1,82 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi, yakni kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewani atau nabati, kapal laut, berbagai makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu.

Sementara itu, produk yang diimpor Indonesia dari Arab Saudi, yakni garam, belerang, kapur; plastik dan barang dari plastik; bahan kimia organik; berbagai produk kimia; serta buah-buahan.

(Eko Nordiansyah)