Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto. Foto: Instagram pribadi @carmelitahartoto.
Cegah Kecelakaan Kapal, INSA Dorong Penguatan Standar Keselamatan Pelayaran
Husen Miftahudin • 23 August 2026 13:42
Jakarta: DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menyampaikan keprihatinan atas sejumlah kecelakaan kapal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. INSA mendorong penguatan standar dan pengawasan keselamatan pelayaran untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan setiap kecelakaan kapal menjadi keprihatinan bersama karena berkaitan langsung dengan keselamatan awak dan penumpang. INSA mendukung langkah pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk terus meningkatkan dan memperkuat aspek keselamatan pelayaran nasional.
Carmelita menilai keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, operator kapal, operator pelabuhan, hingga pengguna jasa transportasi laut.
Karena itu, setiap pihak perlu menjalankan peran dan tanggung jawabnya serta mematuhi regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan internasional yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO), seperti Safety of Life at Sea (SOLAS), serta peraturan perundang-undangan di Indonesia.
"Keselamatan sebagai sesuatu yang tak bisa ditawar-tawar harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait pelayaran," ujar Carmelita dalam keterangan tertulis, Minggu, 23 Agustus 2026.
Menurut Carmelita, kecelakaan kapal roll-on/roll-off (RoRo) penumpang yang terjadi belakangan ini perlu menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat langkah pencegahan dan meningkatkan standar keselamatan pelayaran. Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian ialah pengawasan terhadap proses naiknya kendaraan, barang, dan penumpang ke kapal RoRo penumpang.
INSA mengusulkan pemanfaatan teknologi pemeriksaan, seperti X-Ray Gate di terminal penumpang dan Hyco Scanner di terminal RoRo. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan sebelum proses boarding untuk mendukung pengawasan terhadap orang dan barang serta meningkatkan aspek keselamatan.

(Foto tangkapan layar video dari Tim SAR saat KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok, NTB. Foto: ANTARA/Nur Imansyah)
Pengawasan manifest dan muatan diperketat
INSA juga mendorong pengendalian jumlah penumpang, jenis dan jumlah barang, serta kesesuaian data dalam manifest dengan kapasitas kapal dan ketentuan keselamatan yang diizinkan regulasi.
Menurut INSA, proses tersebut perlu dilakukan secara akuntabel dan terintegrasi agar jumlah penumpang dan muatan yang berada di atas kapal sesuai dengan data serta kapasitas yang diperbolehkan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan kecelakaan sekaligus memastikan standar keselamatan diterapkan sejak sebelum kapal beroperasi.
INSA juga mendorong evaluasi keselamatan tidak hanya dilakukan setelah terjadi kecelakaan, tetapi menjadi proses yang berjalan secara berkelanjutan.
Penguatan pengawasan, kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta koordinasi antar-pemangku kepentingan perlu dilakukan secara konsisten.
Carmelita menegaskan keselamatan perlu menjadi bagian dari budaya dalam setiap aktivitas pelayaran.
"INSA siap mendukung pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan keselamatan pelayaran nasional, sehingga transportasi laut dapat terus berkembang dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran," tutup Carmelita.