GMF AeroAsia merampungkan modernisasi pesawat angkut berat C-130 Hercules TNI AU. Foto: dok GMF.
GMF Rampungkan Modernisasi Pesawat Hercules C-130H TNI AU
Ade Hapsari Lestarini • 20 August 2026 12:52
Jakarta: PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia merampungkan modernisasi pesawat angkut berat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 milik TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Modernisasi dilakukan untuk memperpanjang usia operasional pesawat hingga 15-20 tahun, sekaligus meningkatkan kesiapan operasional dalam mendukung berbagai misi TNI AU.
Prosesi penyerahan pesawat berlangsung di Hanggar 4 GMF AeroAsia, Cengkareng, Rabu, 19 Agustus 2026. Pesawat diserahkan Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, disaksikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Andi menjelaskan, pengerjaan modernisasi meliputi Center Wing Box Replacement (CWBR), Avionic Upgrade Program (AUP), serta Structural Integrity Program (SIP). Seluruh proses mengacu pada standar teknologi terbaru dan kebutuhan operasional pesawat C-130. Keberhasilan tersebut sekaligus menandai A-1319 sebagai prototipe pertama yang menjalani modifikasi besar di luar fasilitas pabrikan asal Amerika Serikat, Lockheed Martin.
"Penyelesaian proyek A-1319 merupakan tonggak penting bagi GMF, sekaligus bukti kapabilitas industri dalam negeri terus berkembang untuk menjawab kebutuhan pertahanan nasional," ujar Andi, dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Agustus 2026.

GMF AeroAsia merampungkan modernisasi pesawat angkut berat C-130 Hercules TNI AU. Foto: dok GMF.
GMF raih kontrak dari Kementerian Pertahanan
GMF mendapat kontrak dari Kementerian Pertahanan untuk memodernisasi delapan unit Hercules. A-1319 merupakan pesawat kedua yang dimodernisasi GMF setelah sebelumnya merampungkan pengerjaan Center Wing Box pada pesawat A-1315 yang diserahkan pada Maret 2023.
Seiring berjalannya proyek, GMF mencatat peningkatan efisiensi waktu pengerjaan. Jika pesawat kedua membutuhkan waktu 36 bulan, pesawat ketiga dan keempat ditargetkan selesai dalam 18 bulan dan rampung pada 2026.
Program modernisasi tersebut juga menjadi bagian dari skema offset dengan seluruh pengerjaan melibatkan sumber daya manusia (SDM) dalam negeri.
"Kami kerjakan 100 persen oleh tenaga lokal, dengan dukungan desain dari Lockheed dan kolaborasi tim TNI AU," jelas Andi.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan keberhasilan GMF menunjukkan kemampuan industri nasional dalam menangani pekerjaan modifikasi pesawat militer berteknologi tinggi. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan ekosistem industri pertahanan dalam negeri.
Modernisasi Hercules A-1319 diharapkan dapat memperpanjang usia operasional alutsista sekaligus memperkuat peran industri nasional dalam mendukung kebutuhan pertahanan udara.