Kapal perang Amerika Serikat (AS) dalam operasi di perairan Timur Tengah. Foto: Anadolu
Iran Balas Serangan AS di Selat Hormuz, Kapal Perang Amerika Rusak Parah
Fajar Nugraha • 8 May 2026 11:52
Teheran: Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan pada Kamis, 7 Mei, bahwa pasukan Iran telah memberikan tanggapan segera dan tegas terhadap serangkaian agresi militer Amerika Serikat di perairan strategis Selat Hormuz dan sepanjang garis pantai selatan Iran.
Dalam pernyataan resminya, Ebrahim Zolfaghari menyebut militer AS yang ia labeli sebagai agresor dan pelanggar hukum telah melanggar gencatan senjata dengan menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran.
Kapal tanker tersebut sedang melintasi perairan pantai Iran di wilayah Jask menuju Selat Hormuz saat serangan terjadi. Dalam insiden terpisah namun terjadi secara bersamaan, kapal Iran lainnya juga diserang saat memasuki Selat Hormuz, tepat di seberang pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA).
Bersamaan dengan aksi agresi tersebut, juru bicara Iran mengatakan bahwa pasukan AS yang berkoordinasi dengan sejumlah negara di kawasan meluncurkan serangan udara terhadap wilayah sipil di provinsi pesisir. Serangan udara tersebut dilaporkan menargetkan lokasi di sepanjang pantai Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm.
Menurut pernyataan tersebut, Iran memberikan respons yang cepat dan menentukan. Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran meluncurkan serangan balik dengan melibatkan kapal militer AS di timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Bandar Chabahar. Operasi tersebut diklaim menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal-kapal perang Amerika Serikat.
Juru bicara tersebut memperingatkan bahwa AS dan sekutunya harus menyadari bahwa Iran akan memberikan balasan yang menghancurkan terhadap setiap tindakan agresi atau pelanggaran secara kuat tanpa keraguan sedikit pun. Laporan media sebelumnya juga menyebutkan bahwa kekuatan angkatan laut dan rudal Iran memaksa kapal-kapal Amerika melarikan diri setelah mengalami kerusakan akibat serangan presisi.
Seorang pejabat militer senior Iran mengonfirmasi kepada IRIB pada Kamis malam bahwa menyusul serangan pesawat militer AS terhadap tanker minyak Iran di Teluk Oman, unit musuh di Selat Hormuz langsung dihujani tembakan rudal intensif. Pasukan agresor dilaporkan terkena hantaman langsung dan terpaksa mundur dalam kondisi kacau.
Insiden ini terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump menangguhkan inisiatif Project Freedom yang baru berjalan 48 jam, sebuah program yang bertujuan untuk membuka paksa Selat Hormuz. Langkah ini dipandang oleh pihak Teheran sebagai bentuk kemunduran lain dari pihak Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir.
(Kelvin Yurcel)