Laga PSS Sleman melawan PSIS Semarang beberapa waktu lalu. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Tiket Final PSS Sleman vs Garudayaksa FC Ludes dalam 30 Menit
Ahmad Mustaqim • 8 May 2026 15:02
Sleman: Tiket laga final Championship League atau Liga 2 yang mempertemukan PSS Sleman melawan Garudayaksa FC telah ludes terjual. Penjualan tiket tersebut bahkan habis dalam waktu kurang dari satu jam setelah dibuka secara daring.
"Terkait penjualan tiket laga final PSS Sleman yang dinyatakan sold out dalam kurang lebih 30 menit, kami memahami tingginya antusiasme dan kekecewaan sebagian suporter yang belum berhasil mendapatkan tiket. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pembelian tiket berlangsung," kata Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti, Jumat, 8 Mei 2026.
Sebanyak 16 ribu lembar tiket dijual dan mulai dibuka pada pukul 19.00 WIB. Namun, hanya berselang sekitar setengah jam, pihak PSS mengumumkan seluruh tiket telah habis terjual.
Baca Juga :
"Berdasarkan data sistem, antrean pembelian tiket sempat mencapai lebih dari 200 k tpm atau sekitar 64 ribu pengguna, dengan sekitar 9 ribu user aktif secara bersamaan di website dan pertambahan trafik mencapai kurang lebih 2.500 user per menit. Tingginya lonjakan akses ini menyebabkan sistem antrean cloudflare terus melakukan penyesuaian estimasi waktu tunggu secara otomatis," ujarnya.
Di media sosial, sejumlah pengguna akun mengunggah proses pembelian tiket laga final yang akan digelar pada Minggu, 9 Mei 2026. Tidak hanya warga negara Indonesia, sejumlah warga negara asing (WNA) juga ikut membagikan konten “war” tiket tersebut.
Meski pihak manajemen PSS telah mengumumkan tiket habis terjual, masih ada sebagian pengguna akun yang mengaku tetap menunggu kesempatan mendapatkan tiket.

Laga PSS Sleman melawan PSIS Semarang beberapa waktu lalu. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Vita menjelaskan perubahan estimasi waktu tunggu tidak berarti posisi antrean pengguna mundur atau disalip oleh pengguna lain. Ia menegaskan sistem hanya menghitung ulang kecepatan antrean berdasarkan pergerakan transaksi yang terjadi di depan antrean.
"Analogi sederhananya seperti antrean di kasir minimarket, ketika proses pembayaran di depan membutuhkan waktu lebih lama, maka seluruh antrean ikut menunggu lebih lama, namun posisi antrean tetap aman dan tidak berubah," ujarnya.
Ia mengungkapkan tingginya antusiasme tersebut menjadi bukti kuat dukungan dan kecintaan suporter kepada PSS Sleman. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas perhatian, kesabaran, serta dukungan yang telah diberikan kepada tim hingga saat ini.
"Bagi suporter yang belum mendapatkan tiket, kami berharap tetap dapat memberikan dukungan terbaik untuk PSS Sleman melalui berbagai titik nonton bareng yg akan disiapkan oleh Pemda Kabupaten Sleman telah disampaikan oleh Wakil Bupati dalam rakord (rapat koordinasi) persiapan match untuk membuat titik nobar di lapangan pemda, juga imbauan untuk tiap kepanewon juga menyiapkan nobar bagi masyarakat, maupun dari rumah demi menjaga kondusivitas bersama," ungkap dia.