Ilustrasi bendera Singapura. Foto: EPA-EFE.
Jumlah Miliarder Singapura Naik 2 Kali Lipat
Richard Alkhalik • 7 May 2026 13:30
Singapura: Laju pertumbuhan populasi miliarder di kawasan Asia Pasifik diproyeksikan terus mengalami pertumbuhan. Di Singapura, populasi miliarder tercatat telah melonjak tajam hingga lebih dari dua kali lipat hanya dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Melansir VnExpress, Kamis, 7 Mei 2026, yang merujuk pada rilisan firma konsultan Knight Frank, Singapura kini menjadi rumah bagi 63 miliarder. Angka ini merepresentasikan peningkatan yang signifikan dibandingkan capaian pada 2021 yang hanya mencatatkan 28 konglomerat.
Peningkatan populasi kelompok tajir di Negeri Singa ini berjalan selaras dengan gelombang akumulasi kekayaan yang kian masif di seluruh kawasan Asia Pasifik.
Saat ini, kawasan tersebut mendominasi peta kekayaan global dengan menyumbang 35,9 persen dari total miliarder dunia atau setara dengan 1.116 individu. Knight Frank memproyeksikan rasio tersebut akan terus menguat hingga menyentuh 37,5 persen pada 2031.
Pada periode yang sama, jumlah miliarder di Singapura diestimasi akan menanjak 35 persen menjadi 85 orang. Tren serupa juga diproyeksikan terjadi di sejumlah negara Asia Tenggara lainnya.
Dalam kacamata perbandingan regional, Indonesia diproyeksikan akan mencetak 49 miliarder pada 2031, meningkat signifikan dari 33 orang pada saat ini. Laporan yang sama juga mengestimasikan lonjakan jumlah miliarder di Filipina menjadi 26 individu dari sebelumnya 16, sementara Malaysia diprediksi tumbuh menjadi 18 konglomerat dari posisi saat ini sebanyak 13 orang.
| Baca juga: Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Mei 2026: Prajogo Pangestu Teratas |

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Asia Tenggara jadi episentrum pertumbuhan kekayaan paling cepat
Mengutip publikasi The Business Times, CEO Knight Frank Singapura Galven Tan menyoroti Asia Tenggara kini menjelma sebagai salah satu episentrum pertumbuhan kekayaan baru yang paling cepat berkembang di dunia.
Hal tersebut tercermin dari data populasi Ultra High Net Worth (UHNW) atau individu superkaya dengan aset minimal kisaran USD30 juta di Singapura. Kelompok elite ini melonjak 54,5 persen menjadi 7.171 individu pada 2026, dari sebelumnya 4.642 individu pada 2021.
Menjelang 2031, Knight Frank memproyeksikan populasi kelompok elite ini akan kian bertambah hingga menembus 10.495 individu. Pada periode yang sama, jumlah miliarder diestimasikan bakal menyentuh angka 85 orang.
Laporan tersebut turut menegaskan tren eksponensial ini menempatkan Singapura ke dalam jajaran 10 besar pasar global untuk proyeksi pertumbuhan UHNW dalam lima tahun ke depan.
"Sebagai negara kecil dengan luas wilayah geografis hanya 736,3 km persegi pada 2025, laju ekspansi ini secara tidak proporsional melampaui laju ekspansi di banyak pasar negara maju yang lebih besar dan lebih matang," kata Galven.
Dinamika tersebut kian mengukuhkan status Singapura sebagai salah satu pasar UHNW dengan konsentrasi terpadat di dunia.