Kepala Bakom RI Qodari. Foto: Istimewa
Cek Kesesehatan Gratis di Sekolah Jadi Modal Bangun SDM Unggul
M Sholahadhin Azhar • 7 May 2026 11:30
Jakarta: Program cek kesehatan gratis (CKG) di sekolah, mengungkap sejumlah persoalan kesehatan yang berpotensi diderita siswa. Masalah yang bisa terdeteksi sejak dini tersebut menjadi modal besar, untuk membangun fondasi menuju sumber daya manusia yang unggul di masa depan.
“Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menjaga kesehatan siswa, tetapi juga membangun fondasi SDM yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.
Menurutnya, program CKG Sekolah adalah upaya pemerintah memastikan setiap anak atau siswa mendapatkan pemeriksaan kesehatan sejak dini. Agar potensi masalah kesehatan dapat terdeteksi lebih cepat dan juga bisa cepat ditangani.
Dari program CKG Sekolah sepanjang 2025, pemerintah menemukan tiga persoalan kesehatan terbesar pada siswa. Ketiganya adalah masalah kebugaran sebanyak 60,69 persen; karies gigi 47,24 persen, dan anemia 27,49 persen.
Sepanjang Januari hingga awal Mei 2026, sebanyak 4.883.890 siswa telah diskrining dari total 45.596 sekolah.

Kepala Bakom RI Qodari. Foto: Istimewa
Adapun untuk data terbaru tahun ini, program CKG juga menemukan tiga masalah kesehatan terbesar, yakni gigi berlubang 41,5 persen; peningkatan tekanan darah 22,1 persen, dan kotoran telinga menumpuk 8,6 persen.
Qodari mengatakan melalui program CKG ini pemerintah berupaya menjemput bola untuk memastikan seluruh anak tanpa terkecuali mendapat pelayanan dasar kesehatan yang sama.
“Melalui CKG, pemerintah memperoleh data kesehatan siswa secara lebih sistematis. Dan data ini menjadi dasar untuk merancang intervensi yang lebih tepat, baik di sektor pendidikan maupun di kesehatan,” kata Qodari.