BMKG: Gempa Sulut-Malut Akibat Deformasi Kerak Bumi

Informasi gempa magnitudo 7,6 mengguncang tenggara Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Foto: Antara.

BMKG: Gempa Sulut-Malut Akibat Deformasi Kerak Bumi

Anggi Tondi Martaon • 2 April 2026 09:40

Jakarta: Pelaksana tugas (Plt) Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyebutkan gempa yang terjadi di barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, dan Bitung, Sulut, akibat aktivitas deformasi kerak bumi. Hal itu berdasarkan pengamatan titik dan kedalaman gempa.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi," kata Triyono dikutip dari Antara, Kamis, 2 Maret 2026.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Gempa bumi tersebut dirasakan di Kota di Ternate dengan intensitas V-VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk, kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan).

Di Ibu dengan intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Kota Manado dengan intensitas IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).

Gempa juga terasa di Gorontalo, Bone Bolango, Gorontalo Utara dengan intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato dengan intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut berpotensi tsunami dengan status siaga di Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa bagian selatan, Minahasa Selatan bagian selatan, Minahasa Utara bagian selatan.

Sementara itu, status waspada berlaku untuk  Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, Bolaang Mongondow bagian selatan.

Berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut, tsunami telah terdeteksi di Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dengan ketinggian 0,30 meter, Bitung pada pukul 06.15 WIB dengan ketinggian 0,20 meter, Sidangoli pada pukul 06.16 WIB dengan ketinggian 0,35 meter.

Di Minahasa Utara pada pukul 06.18 WIB dengan ketinggian 0,75 meter, dan di Belang pada pukul 06.36 WIB dengan ketinggian 0,68 meter.

Ilustrasi gempa bumi. Foto: Medcom.id.

Hingga pukul 06.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 11 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Magnitudo terbesar M5,5.

Dia berharap, warga memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)