1.966 Warga Pulau Batang Dua Ternate Mengungsi Akibat Gempa

Ketua Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi di Kota Ternate, Rizal Marsaoly saat menerima bantuan dari Manajemen PT Harita Group di Ternate, Senin, 6 April 2026. Antara/Abdul Fatah

1.966 Warga Pulau Batang Dua Ternate Mengungsi Akibat Gempa

Silvana Febiari • 6 April 2026 20:35

Ternate: Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Magnitudo 7,6 di Kota Ternate, Maluku Utara, melaporkan jumlah pengungsi hingga hari kelima setelah gempa. Di Pulau Batang Dua, tercatat 1.966 jiwa dari 568 kepala keluarga (KK) mengungsi.

"Para korban yang mengungsi berada di Kecamatan Pulau Batang Dua," kata Ketua Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Kota Ternate Rizal Marsaoly, dilansir dari Antara, Senin, 6 April 2026. 

Saat ini, mereka masih mengungsi karena trauma akibat gempa bumi yang terjadi di perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara sekitar pukul 07.48 WIT, Kamis, 2 April 2026. Gempa tersebut juga disertai peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG.
 


Rizal menjelaskan enam kecamatan di Kota Ternate yang terdampak, tetapi wilayah terparah berada di Kecamatan Pulau Batang Dua. Wilayah tersebut sangat berdekatan dengan pusat gempa bumi.

"Akibatnya, banyak bangunan rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan maupun rumah ibadah seperti gereja," ungkap Rizal.

Di Kecamatan Pulau Batang Dua, jumlah rumah warga yang rusak mencapai 225 unit. Rinciannya, 79 rumah rusak ringan, 85 rumah rusak sedang, dan 61 rumah rusak berat.

Untuk bangunan rumah ibadah, tercatat tiga gereja rusak ringan, lima rusak sedang, dan enam rusak berat. Selain itu, satu bangunan sekolah dan dua sarana umum juga mengalami kerusakan.

"Untuk Kecamatan Ternate Selatan, sebanyak tujuh bangunan rumah warga yang mengalami kerusakan, yakni empat unit rusak ringan, dua unit rusak sedang dan satu unit rusak berat. Sementara di Kecamatan Ternate Utara dilaporkan sebanyak tujuh unit rumah warga dan semuanya hanya mengalami rusak ringan," jelas Rizal.


Aparat Kepolisian Daerah kerahkan personel gabungan bantu penyaluran bantuan di Batang Dua Ternate, Kamis, 2 April 2026. ANTARA/HO- Pemprov Malut


Sementara Kecamatan Ternate Tengah, Ternate Barat dan Kecamatan Pulau Ternate hingga Kecamatan Pulau Moti masing-masing dilaporkan mengalami satu unit bangunan rumah warga dengan rusak ringan.

Atas kejadian itu, lanjut Rizal, Pemkot Ternate menetapkan Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi selama 14 hari. Masa tanggap darurat ini ditetapkan terhitung sejak 2-15 April mendatang.

"Bantuan logistik, baik dari Pemerintah Pusat maupun berbagai pihak dari Maluku Utara telah disalurkan ke warga terdampak," ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)