Atap Bandara Soekarno-Hatta jebol. (Dokumentasi/ Tangkapan layar)
Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Jebol Akibat Hujan Deras
Hendrik Simorangkir • 6 April 2026 16:47
Tangerang: Hujan deras disertai potensi windshear melanda Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang Senin siang, 6 April 2026. Akibatnya, atap di Terminal 3 jebol.
Jebolnya atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta menjadi viral di media sosial melalui akun @jakarta.terkini. Air tampak mengucur deras dari plafon, sehingga menggangu aktivitas dan mobilitas calon penumpang di terminal.
"Kondisi gangguan di satu titik atap tersebut berlangsung kurang lebih selama 5 menit. Petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak, sehingga kondisi dapat segera dikendalikan," ujar Assistant Deputy Communication & Legal Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, Senin, 6 April 2026.
Baca Juga :
Yudis menyebut area tersebut kini dalam kondisi bersih. Situasi bandara juga telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar.
Yudis menuturkan, kondisi tersebut juga memengaruhi beberapa pergerakan penerbangan, terutama saat fase pendaratan. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional.
"Berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC) tercatat sebanyak 12 penerbangan dialihkan (divert) ke bandara lain, 14 penerbangan melakukan prosedur holding, 13 penerbangan melakukan go around, serta 1 penerbangan kembali ke apron (Return to Apron/RTA)," jelas Yudis.
.jpeg)
Atap Bandara Soekarno-Hatta jebol. (Dokumentasi/ Tangkapan layar)
Yudis menambahkan, koordinasi intensif terus dilakukan bersama AirNav Indonesia, maskapai, dan seluruh stakeholder terkait. Langkah ini bertujuan memastikan operasional penerbangan tetap aman, tertib, dan terkendali meski cuaca kurang kondusif.
"Personel bandara selama 24 jam melakukan pengawasan terhadap seluruh fasilitas termasuk infrastruktur bangunan, sehingga ketika melihat adanya kemungkinan gangguan maka area sekitar akan disterilisasi dari penumpang pesawat dan pekerja di bandara untuk meminimalisir dampak yang ada," ungkap Yudis.
Yudis mengimbau pengguna jasa bandara untuk selalu memantau informasi jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun layar informasi di bandara. Ia juga menyarankan agar penumpang datang lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan penyesuaian jadwal akibat kondisi cuaca.