Bandara Samrat tetap beroperasi normal pascagempa bumi M7,6 yang terasa di Manado, Kamis (02/04/2026). ANTARA/HO-Bandara
Bandara Samrat Manado Tetap Normal Usai Gempa M7,6
Lukman Diah Sari • 2 April 2026 22:15
Manado: Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Sulawesi Utara (Sulut), tetap beroperasi normal pascagempa bumi magnitudo (M) 7,6 pada Kamis, 2 April 2026, pukul 06.48.14 Wita. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Samrat Manado, Radityo Ari Purwoko, mengatakan hasil pemeriksaan menyeluruh di lokasi menunjukkan fasilitas dan infrastruktur bandara berada dalam kondisi aman dan layak operasi.
"Layanan navigasi penerbangan (ATC) serta operasional maskapai masih tetap berjalan dengan baik. Area pergerakan pesawat (movement area) dinyatakan "serviceable" tanpa adanya kerusakan yang mengganggu operasional penerbangan," ujarnya, melansir Antara.
Selain itu proses evakuasi pengguna jasa bandara telah dilakukan secara cepat dan terkoordinasi serta tidak terdapat laporan korban luka baik dari penumpang maupun personel. Menurut Radityo, berdasarkan informasi dari sejumlah maskapai, operasional penerbangan tetap berjalan dengan lancar dan seluruh penumpang dalam kondisi aman.
“Kami memastikan bahwa operasional penerbangan di Bandara Samrat Manado tetap berjalan normal. Berdasarkan koordinasi dengan seluruh maskapai tidak terdapat gangguan signifikan terhadap jadwal penerbangan dan seluruh penumpang dalam kondisi aman,” ujar Radityo.

Ilustrasi: Reruntuhan bangunan Gereja Kalvari akibat guncangan gempa bumi magnitudo 7,6 di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis, 2 April 2026. ANTARA/Abdul Fatah/aa.
Ia mengimbau kepada seluruh penumpang untuk tetap tenang serta selalu berkoordinasi dan melakukan konfirmasi kepada maskapai terkait jadwal penerbangan masing-masing. Saat ini Bandara tidak mengalami dampak signifikan akibat gempa itu. Seluruh fasilitas utama dalam kondisi aman dan layak operasi serta operasional penerbangan dan pelayanan penumpang tetap berjalan normal pascakejadian.
Data BMKG menyebutkan episenter gempa terletak pada koordinat 1,25 derajat LU dan 126,27 derajat BT atau sekitar 129 km arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 km. Guncangan gempa dirasakan di wilayah Manado dengan intensitas IV–V MMI, di mana getaran dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat.
Bandara tersebut berjarak sekitar sekitar 156 km dari pusat gempa namun merasakan guncangan cukup kuat. Seluruh jadwal penerbangan domestik maupun internasional berlangsung sesuai rencana tanpa adanya holding, divert, delay (pembatalan, pengalihan, penundaan)