Ketua biro politik Hamas sebelumnya, Khaled Meshaal dan pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatullah Ali Khamenei. (Fars)
Hamas Desak Iran untuk Hentikan Serangan ke Negara Teluk
Riza Aslam Khaeron • 14 March 2026 17:33
Gaza: Gerakan militan Palestina, Hamas, untuk pertama kalinya secara terbuka menyerukan kepada Iran agar tidak menyerang negara-negara tetangga di tengah meluasnya eskalasi perang di kawasan. Seruan langka ini disampaikan Hamas pada Sabtu, 14 Maret 2026, saat serangan balasan Iran dilaporkan telah menargetkan setidaknya 10 negara.
Melansir pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui kanal Telegram Hamas, kelompok yang berbasis di Gaza tersebut menegaskan bahwa mereka mengikuti perkembangan perang yang berkecamuk di kawasan dengan "keprihatinan mendalam".
Dalam pernyataan bertanggal 14 Maret 2026 atau bertepatan dengan 24 Ramadhan 1447 H itu, Hamas kembali mengutuk keras "agresi Amerika-Zionis" terhadap Republik Islam Iran.
"Di saat yang sama kami menegaskan hak Republik Islam Iran untuk merespons agresi ini dengan segala cara yang tersedia sesuai dengan norma dan hukum internasional, gerakan ini menyeru kepada saudara-saudara di Iran untuk tidak menargetkan negara-negara tetangga," demikian bunyi pernyataan Hamas.
Seruan ini merupakan momen pertama bagi Hamas untuk secara eksplisit meminta Teheran menahan diri agar tidak melibatkan negara-negara di sekitar Iran.
Sebelumnya, melansir Straits Times yang dikutip pada Sabtu, Iran telah melancarkan serangan rudal dan drone ke setidaknya 10 negara sebagai pembalasan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
| Baca Juga: Hamas Berduka atas Kematian Khamenei, Kecam Serangan 'Keji' AS-Israel |
Selain itu, Hamas juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera "bekerja menghentikan" perang yang sedang berlangsung. Konflik regional ini dipicu oleh serangan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada 28 Februari lalu.
Merespons kematiannya, Hamas langsung mengutuk pembunuhan tersebut sebagai "kejahatan keji". Kelompok itu secara terbuka mengakui dukungan berkelanjutan Khamenei terhadap perjuangan Palestina.
"Ia memberikan segala bentuk dukungan politik, diplomatik, dan militer kepada rakyat kami, perjuangan kami, dan perlawanan kami," demikian pernyataan Hamas tak lama setelah terbunuhnya Ayatollah Khamenei.
Meski menghadapi keunggulan persenjataan AS dan Israel, Iran terus melancarkan serangan balasan.
Dalam pernyataan terbarunya, Hamas juga mengapresiasi upaya berbagai pihak yang telah berusaha mencegah pecahnya perang total serta mengedepankan bahasa dialog.