Koperasi Merah Putih. Foto: dok Supplychain.
Pemerintah Siapkan Model Bisnis Khusus Koperasi Merah Putih di Perkotaan
Husen Miftahudin • 15 July 2026 18:50
Jakarta: Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyiapkan model bisnis dan studi kelayakan (feasibility study) khusus bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih di kawasan perkotaan. Langkah ini dilakukan karena karakteristik koperasi di kota besar dinilai berbeda dengan koperasi yang beroperasi di wilayah pedesaan.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan pemerintah tengah menyusun prototipe pengembangan koperasi yang dirancang khusus untuk kelurahan di kota-kota besar.
"Dalam waktu dekat kami membangun prototipe yang khusus untuk di kelurahan di kota-kota besar dengan model bisnis dan feasibility study yang berbeda," kata Ferry dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 15 Juli 2026.
Ferry menjelaskan pemerintah selama ini masih memprioritaskan pembangunan fisik, gudang, gerai, serta sarana pendukung Koperasi Merah Putih di wilayah pedesaan. Karena itu, penyusunan model bisnis khusus untuk kawasan perkotaan belum dilakukan.
Buntut KDKMP Melawai cuma raup laba Rp78 ribu
Pernyataan Ferry disampaikan sebagai respons atas sorotan Anggota Komisi VI DPR RI mengenai Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Jakarta Selatan, yang dilaporkan hanya membukukan laba sekitar Rp78 ribu. Menurut dia, koperasi tersebut didirikan secara mandiri oleh pengurus sehingga belum menerapkan model bisnis yang disusun pemerintah.
"Itu memang Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai yang didirikan secara mandiri oleh pengurus. Dan memang kami belum masuk ke kelurahan, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta," papar Ferry.
Ia menilai karakteristik usaha koperasi di kota besar memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan koperasi di desa. Oleh sebab itu, model bisnis dan studi kelayakan juga perlu disusun dengan pendekatan yang berbeda.
"Karena itu tentu berkaitan dengan model bisnis dan feasibility study yang sangat bisa jadi berbeda sama sekali dengan model bisnis dan feasibility study yang ada di koperasi-koperasi yang berkarakter desa dan kelurahan yang tidak di kota besar," beber Ferry.
Ia menambahkan pemerintah akan segera merampungkan model bisnis tersebut sebagai acuan pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih di kawasan perkotaan.

Ribuan koperasi masih tahap pembangunan
Berdasarkan data Simkopdes per 15 Juli 2026, terdapat 38.050 usulan lahan untuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35.860 lahan telah terverifikasi, sedangkan 2.190 lainnya masih dalam proses verifikasi.
Dari lahan yang telah diverifikasi, sebanyak 16.280 koperasi telah menyelesaikan pembangunan fisik. Sementara itu, 19.108 koperasi masih berada dalam tahap pembangunan dan 472 koperasi belum memulai pembangunan.
Hingga saat ini, sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah diresmikan dan beroperasi di Jawa Tengah serta Jawa Timur.