Gerakan ayah mengantak anak sekolah dilakukan di berbagai kota dan kabupaten di Maluku, Senin, 13 Juli 2026. ANTARA/HO-BKKBN Maluku
Cegah Fatherless, BKKBN Maluku Ajak Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Silvana Febiari • 14 July 2026 07:32
Ambon: Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku menggalakkan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) secara serentak di 11 kabupaten/kota. Gerakan ini dilakukan untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Edi Setiawan mengatakan gerakan tersebut merupakan implementasi program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam memperkuat peran ayah di lingkungan keluarga.
"Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah bukan sekadar mengantar anak ke sekolah, tetapi menjadi simbol kehadiran ayah dalam tumbuh kembang anak. Kehadiran ayah memberikan rasa aman, dukungan emosional, serta membangun kepercayaan diri anak saat memulai tahun ajaran baru," kata Edi, dilansir dari Antara, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Edi, GAMAS merupakan bagian dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Gerakan ini bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sekaligus mengurangi fenomena "fatherless" atau minimnya peran ayah dalam kehidupan anak.
Berbagai penelitian menunjukkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan berdampak positif terhadap perkembangan sosial, emosional, dan prestasi akademik anak. Karena itu, momentum hari pertama sekolah dimanfaatkan untuk membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak.

Gerakan ayah mengantak anak sekolah dilakukan di berbagai kota dan kabupaten di Maluku, Senin, 13 Juli 2026. ANTARA/HO-BKKBN Maluku
Pelaksanaan GAMAS di Maluku melibatkan balai penyuluhan dan penyuluh keluarga berencana di 11 kabupaten/kota. Dalam kegiatan tersebut, para ayah mendampingi anak ke sekolah, berinteraksi dengan guru, serta memberikan motivasi pada hari pertama pembelajaran tahun ajaran baru.
"GAMAS diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mengingatkan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama ayah dan ibu. Keterlibatan ayah hari ini adalah investasi bagi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, percaya diri, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.