Jalur Garut-Jakarta Kian Diminati, 2,2 Juta Penumpang Gunakan KA Cikuray

Kereta Api (KA) Cikuray. Dok. Istimewa

Jalur Garut-Jakarta Kian Diminati, 2,2 Juta Penumpang Gunakan KA Cikuray

Kautsar Widya Prabowo • 31 May 2026 08:50

Jakarta: Sebanyak 2.226.342 penumpang menggunakan layanan Kereta Api (KA) Cikuray relasi Pasar Senen-Garut sepanjang 2022 hingga April 2026. Tingginya angka pengguna menunjukkan peran penting kereta bersubsidi tersebut dalam mendukung mobilitas masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, pekerja, pelaku UMKM, hingga wisatawan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan KA Cikuray tidak hanya menjadi moda transportasi, tetapi juga penghubung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

"KA Cikuray menghubungkan banyak cerita dalam satu perjalanan. Ada pelajar yang berangkat menuntut ilmu ke kota besar seperti Jakarta, pekerja yang menuju tempat aktivitasnya, wisatawan yang ingin menikmati keindahan Garut dengan tarif terjangkau, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan untuk bertemu keluarga dan kerabat," ujar Anne dalam keterangan tertulis, Minggu, 31 Mei 2026.

Data KAI menunjukkan jumlah pelanggan KA Cikuray terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada relasi Garut-Pasar Senen (KA 299), jumlah pelanggan naik dari 157.735 orang pada 2022 menjadi 272.648 orang pada 2023 atau tumbuh 72,85 persen.

Tren positif tersebut berlanjut pada 2024 dengan jumlah pelanggan mencapai 305.959 orang atau meningkat 12,22 persen. Pada 2025, jumlah pelanggan kembali bertambah menjadi 313.926 orang atau naik 2,60 persen.

Sepanjang Januari hingga April 2026, KA Cikuray telah melayani 211.498 pelanggan. Jumlah tersebut terdiri atas 107.459 pelanggan relasi Garut-Pasar Senen dan 104.039 pelanggan relasi Pasar Senen-Garut.

Baca Juga: 

Lampaui Target, KAI Logistik Angkut 936 Ribu Batu Bara di Kuartal II-2026


Kereta Api (KA) Cikuray. Dok. Istimewa

Selain melayani mobilitas penumpang, KA Cikuray berperan dalam memperkuat konektivitas antarwilayah. Kereta ini melintasi sejumlah daerah penghasil komoditas pertanian seperti kentang, wortel, kubis, tomat, cabai, bawang daun, jeruk, alpukat, serta berbagai jenis sayuran lainnya.

Menurut Anne, kemudahan akses transportasi tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku ekonomi lokal.

"Petani memiliki akses pasar yang semakin luas, pedagang memiliki lebih banyak pilihan, dan masyarakat dapat memperoleh produk segar dari berbagai daerah penghasil," jelas dia.

Perjalanan KA Cikuray menggambarkan keterhubungan berbagai kawasan dengan karakter berbeda. Mulai dari wilayah pertanian di Garut, pusat pendidikan dan perdagangan di Bandung Raya, kawasan industri di Karawang dan Cikarang, hingga pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan di Jakarta.

(Achmad Zulfikar Fazli)