Jelang Libur Waisak, 90 Ribu Kendaraan Masuk Kota Bandung

Kepadatan arus kendaraan di Jalan Asia Afrika, Bandung, jelang malam pergantian tahun, MTVN - Roni Kurniawan

Jelang Libur Waisak, 90 Ribu Kendaraan Masuk Kota Bandung

Lukman Diah Sari • 29 May 2026 23:18

Kota Bandung: Polrestabes Bandung mencatat sebanyak 90 ribu kendaraan masuk ke Kota Bandung, Jawa Barat, menjelang libur panjang bertepatan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) pada 31 Mei 2026. Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Hudi Arif mengatakan jumlah kendaraan yang masuk lebih tinggi dibandingkan yang keluar, sehingga berdampak pada kepadatan lalu lintas di sejumlah titik.

“Untuk kendaraan yang masuk ke arah Kota Bandung hari ini sudah tercatat sekitar 90 ribu kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Sedangkan yang keluar sekitar 60 ribu kendaraan,” kata Hudi di Bandung, Jumat, 29 Mei 2026, melansir Antara.

Hudi menyebut kepadatan arus lalu lintas biasanya terjadi di akses masuk dan keluar gerbang tol Kota Bandung. Menurutnya, mayoritas wisatawan dari luar daerah masuk ke Bandung melalui jalur tol.

"Titik-titik kepadatan arus lalu lintas yang ada di Kota Bandung ini, yang kita perlu antisipasi di gerbang tol keluar atau masuk ke Kota Bandung seperti di GT Pasteur, Buahbatu, Moh Toha, dan Summarecon," ujar dia.

Hudi mengatakan kepadatan kendaraan juga diprediksi terjadi di kawasan pusat perbelanjaan dan jalur wisata dengan menempatkan personel di sejumlah titik untuk mengurai kepadatan kendaraan.

"Untuk titik-titik lain, seperti pusat perbelanjaan, seperti mal-mal besar dan juga jalur-jalur yang menuju ke tempat wisata, seperti simpang lampu merah di Ledeng dan juga daerah Dago," ucap dia.

Jembatan Pasupati Bandung. (MTVN/Roni H)

Hudi memprediksi peningkatan volume kendaraan akan terjadi hingga Minggu, 31 Mei 2026. Karena itu, masyarakat diminta mengatur waktu perjalanan dan tetap mematuhi aturan lalu lintas selama berkendara.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berkendara," pesan dia.

(Lukman Diah Sari)