Kemendikdasmen Ubah Skema TKA SMA 2026, Hanya Satu Mapel Per Hari

Ilustrasi tes kemampuan akademik (TKA). Foto: Pexels.

Kemendikdasmen Ubah Skema TKA SMA 2026, Hanya Satu Mapel Per Hari

Atalya Puspa • 26 May 2026 15:40

Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengubah skema pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK/MA sederajat 2026. Mulai tahun ini peserta ujian hanya mengerjakan satu mata pelajaran per hari.

“Dengan masukan dan evaluasi tahun 2025, tahun ini untuk mata pelajaran wajib tidak lagi diujikan satu hari, tapi satu hari satu mata pelajaran,” ujar Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati  dalam konferensi pers hasil TKA 2026, Selasa, 26 Mei 2026.
 


Ia menjelaskan, pada pelaksanaan sebelumnya siswa harus mengerjakan tiga mata pelajaran dalam sehari, yakni Bahasa Indonesia, matematika, dan Bahasa Inggris. Namun mendapat banyak keluhan dari siswa peserta ujian. 

“Karena kemarin satu hari tiga mata pelajaran banyak yang mengeluh, sekarang kita bagi satu hari satu mata pelajaran,” katanya.

Dalam skema baru tersebut, hari pertama digunakan untuk ujian Bahasa Indonesia dan survei karakter. Hari kedua untuk Bahasa Inggris dan survei lingkungan belajar. Hari ketiga khusus matematika dan numerasi. Sementara hari keempat digunakan untuk dua mata pelajaran pilihan sesuai minat siswa.

Kemendikdasmen juga memajukan jadwal pelaksanaan TKA SMA menjadi 26 Oktober hingga 8 November 2026. Tahun sebelumnya, pelaksanaan dilakukan pada November.

Rahmawati mengatakan perubahan jadwal dilakukan agar durasi ujian yang lebih panjang tidak mengganggu tahapan seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) yang dimulai Januari 2027.

“Pelaksanaannya lebih panjang. Jadi tanggal berakhirnya tidak boleh mundur, harus tetap, tetapi pelaksanaannya lebih panjang,” ujarnya.


Ilustrasi tes kemampuan akademik (TKA). Foto: Pexels.

Ia memastikan materi TKA tidak mencakup seluruh pembelajaran hingga semester enam. Ruang lingkup soal hanya sampai pertengahan semester lima dan telah diatur dalam framework resmi TKA.

“Semester enam sama sekali tidak ikut, semester lima pun tidak sampai akhir semester, jadi sampai pertengahan semester lima,” katanya.

Selain perubahan jadwal, Kemendikdasmen juga menambah 50 mata pelajaran pilihan baru untuk siswa SMK. Total terdapat 69 mata pelajaran pilihan, namun setiap siswa hanya dapat memilih dua mata pelajaran.

Untuk mata pelajaran wajib, siswa SMA dan MA tetap mengerjakan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan matematika. Khusus siswa SMK, mata pelajaran matematika dibedakan ke dalam tiga konteks sesuai rumpun keahlian.

(Gabriella Thesa Widiari)