Pertamina mendorong UMKM agar semakin tangguh dan mampu naik kelas. Foto: Dok istimewa
UMKM Didorong Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar
Eko Nordiansyah • 25 April 2026 16:14
Jakarta: PT Pertamina (Persero) mendorong UMKM agar semakin tangguh dan mampu naik kelas. VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Rudi Ariffianto menyoroti tantangan ekonomi global, termasuk kenaikan biaya produksi yang berdampak pada daya jual UMKM.
“Indikator ekonomi kita menunjukkan kondisi yang cukup baik. Ketahanan yang kuat harus diiringi dengan inovasi dan kegigihan agar UMKM mampu membuka peluang pasar baru dan terus meningkatkan daya saingnya,” ujar Rudi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 25 April 2026.
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Pertamina melalui program Rumah BUMN menyelenggarakan Webinar Kartini 2026 yang diikuti lebih dari 500 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Daya Saing, Inovasi, dan Akses Pasar untuk UMKM”.

(Pertamina melalui program Rumah BUMN menyelenggarakan Webinar Kartini 2026. Foto: Dok istimewa)
Pada kesempatan ini, Founder Kebab Turki Baba Rafi, Nilamsari Sahadewa berbagi pengalaman membangun bisnis dari skala gerobak hingga menembus pasar internasional. Ia menekankan pentingnya fondasi bisnis, termasuk strategi membangun brand dan menghadapi krisis.
Kebab Turki Baba Rafi menjadi contoh sukses UMKM Indonesia bersaing di pasar global. Sejalan dengan itu, Pertamina telah membina 15.884 UMKM, dengan 1.323 sertifikasi, 267 pelatihan, serta 179 pameran lokal bagi UMKM binaan sepanjang Januari–Maret 2026.
Dampingi UMKM agar tumbuh dan berdaya saing
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menjelaskan, pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan dampak berkelanjutan. Pertamina berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM agar semakin tangguh, adaptif, dan berdaya saing.“Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan, inovasi, dan ketangguhan harus terus hidup dalam diri pelaku UMKM Indonesia untuk melangkah lebih jauh dan membawa produk lokal ke panggung dunia,” ujarnya.
Momentum Hari Kartini juga menegaskan pentingnya bijak energi di tengah tekanan biaya dan dinamika global. Baron mengungkapkan, efisiensi dan pemanfaatan energi berkelanjutan bukan sekadar menekan biaya, tetapi menjadi kunci daya saing dan nilai tambah UMKM.
“Dengan langkah ini, UMKM tak hanya bertahan, tapi melaju lebih kuat sekaligus berkontribusi pada ketahanan energi nasional,” ungkap Baron.