Cegah Penularan DBD, Dinkes Lebak Wajibkan Tiap Keluarga Punya Kader Jumantik

Warga Komplek Pendidikan Rangkasbitung Kabupaten Lebak tengah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk pencegahan penularan kasus demam berdarah dengue (DBD), Jumat,5 Juni 2026. ANTARA/Mansur

Cegah Penularan DBD, Dinkes Lebak Wajibkan Tiap Keluarga Punya Kader Jumantik

Silvana Febiari • 5 June 2026 11:20

Lebak: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten melakukan pencanangan gerakan juru pemantau jentik (Jumantik) nyamuk. Upaya ini dilakukan guna memutus mata rantai penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD).   

"Kita komitmen dan kerja keras untuk memutuskan mata rantai penularan kasus DBD," kata Sekretaris Dinkes Kabupaten Lebak Endang Komarudin saat meninjau kader Jumantik di Lingkungan Komplek Pendidikan Rangkasbitung Kabupaten Lebak, dilansir dari Antara, Jumat, 5 Juni 2026.

Selama ini, penularan kasus DBD di Kabupaten Lebak masih menjadi permasalahan karena setiap tahun penyakit dari gigitan nyamuk cukup menonjol di masyarakat, terlebih jika curah hujan tinggi. Bahkan, penderita kasus DBD bisa mematikan jika tidak segera ditangani petugas medis.  
 


Oleh karena itu, Dinkes Lebak komitmen untuk pencegahan kasus DBD dengan melakukan pencanangan gerakan Jumantik yang melibatkan masyarakat dengan melaksanakan gotong-royong untuk menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, satu kepala keluarga diwajibkan memiliki kader Jumantik.

Kader Jumantik keluarga itu bisa melakukan kegiatan untuk mematikan jentik-jentik nyamuk DBD.  Populasi nyamuk Aedes Aegypti berkembang di tempat gelap dan lembab juga kerap kali di pot bunga, kolam, barang-barang bekas, ember, tong, bak mandi, dan saluran air.

"Kami meyakini dengan kader Jumantik keluarga itu, dipastikan bisa memutus mata rantai penularan kasus DBD," ungkap Endang.


Ilustrasi. Medcom.id


Selain Jumantik, pihaknya juga menyampaikan edukasi pencegahan kasus DBD di sekolah-sekolah. Sebab, di lingkungan sekolah juga terkadang menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk DBD.

Dengan demikian, pihaknya minta seluruh petugas puskesmas dapat memberikan edukasi pencegahan DBD ke sekolah. Guru dan siswa di lingkungan sekolah dapat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang) dan pemberian Abate.

"Kami hari ini melakukan pencanangan gerakan Jumantik dapat mencegah kasus DBD, apalagi cuaca beberapa pekan terakhir kerapkali dilanda hujan," jelas Endang. 

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Lebak, jumlah kasus DBD periode Januari sampai Mei 2026 tercatat sebanyak 418 kasus. Namun, tidak ditemukan korban jiwa.

(Silvana Febiari)