Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat rapat terbatas (ratas) di Posko Penanganan Bencana Alam Kodam IX/Udayana. (Dokumentasi/ Metro TV)
BNPB Ungkap Banyak Warga NTT Mengungsi karena Takut Gempa Susulan
Silvana Febiari • 26 August 2026 12:46
Nagekeo: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap banyaknya warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengungsi pasca-gempa magnitudo 7,7 bukan karena terdampak langsung. Namun, mereka mengungsi karena takut terhadap gempa susulan.
"Ini mengakibatkan masyarakat banyak mengungsi karena ketakutan. Jadi sebetulnya jumlah pengungsinya yang banyak ini bukan karena terdampak gempa secara langsung, tetapi karena gempa susulannya banyak," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat rapat terbatas (ratas) di Posko Penanganan Bencana Alam Kodam IX/Udayana, di Nagekeo, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, gempa susulan masih terjadi dalam rentang 15–25 Agustus 2026. Tidak ada lagi gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 7,7.
Salah satu gempa susulan yang tercatat memiliki magnitudo 6,2. Sementara itu, jumlah gempa susulan yang dirasakan masyarakat meningkat dari 142 menjadi 143 kali. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat memilih meninggalkan rumah dan mengungsi karena khawatir terjadi gempa yang lebih besar.
Selain aktivitas gempa, BNPB juga menghadapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebut akan terjadi gempa susulan lebih besar hingga tsunami. Informasi tersebut turut memicu kekhawatiran masyarakat.
"Dan ada beberapa isu dari media sosial yang menyatakan akan ada gempa susulan yang lebih besar bahkan ada tsunami, ini terus kami tanggulangi," katanya.
.jpeg)
Rapat terbatas (ratas) di Posko Penanganan Bencana Alam Kodam IX/Udayana. (Dokumentasi/ Metro TV)
BNPB bersama berbagai unsur terus memberikan penjelasan kepada masyarakat untuk meluruskan informasi yang beredar. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak semakin panik.
"Kami gotong royong, semua unsur untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat," tuturnya.