Sejumlah tentara menyerang bandara dan kompleks kepresidenan Niger di Niamey dalam percobaan kudeta. (Anadolu Agency)
Percobaan Kudeta Kembali Landa Niger, Bandara dan Istana Presiden Diserang
Willy Haryono • 30 August 2026 08:49
Niamey: Sejumlah tentara pembangkang menyerang bandara dan kompleks kepresidenan di ibu kota Niger, Niamey pada Sabtu kemarin, dalam sebuah upaya percobaan kudeta.
Dikutip dari The Arab Weekly, Minggu, 30 Agustus 2026, serangan tersebut memicu baku tembak dan ledakan selama beberapa jam serta sempat mengganggu siaran televisi dan radio pemerintah.
Kementerian Pertahanan Niger pada Sabtu siang mengatakan pasukan pemerintah secara bertahap berhasil merebut kembali sejumlah lokasi yang sempat dikuasai dalam serangan tersebut.
Namun, sumber keamanan mengatakan sejumlah tentara pembangkang masih berada di kawasan bandara pada Sabtu sore. Situasi keamanan secara keseluruhan juga masih belum sepenuhnya jelas.
Serangan tersebut menjadi ancaman terbaru terhadap pemerintahan militer yang dipimpin Abdourahamane Tiani, yang merebut kekuasaan melalui kudeta pada 2023.
Televisi pemerintah kembali mengudara dan menyiarkan pernyataan bahwa tentara pembangkang dari salah satu pangkalan militer di Niamey telah melepaskan tembakan ke sejumlah "lokasi sensitif" di ibu kota.
Pasukan keamanan disebut segera merespons dan berhasil "mengendalikan gangguan tersebut."
Bandara Masih Diperebutkan
Saksi mata media Reuters melaporkan suara tembakan terdengar di bandara dan pangkalan udara militer Niamey, tempat pasukan Rusia dan Italia ditempatkan. Ledakan keras juga terdengar sebelum fajar.Pada sekitar pukul 09.00 GMT, kompleks kepresidenan tampak telah diamankan pasukan yang loyal kepada pemerintah. Namun, kawasan di sekitar bandara masih diperebutkan, menurut dua sumber keamanan dan seorang diplomat.
Kementerian Pertahanan Niger menyebut para pembangkang berupaya "menahan sejumlah rekan mereka" di pangkalan udara militer, tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Dua sumber mengatakan pasukan loyalis telah dikerahkan untuk merebut kembali bandara, baik melalui negosiasi maupun dengan menggunakan kekuatan.
Serangan tersebut juga melibatkan tentara dari wilayah Ouallam, Tera, dan Dosso di barat daya Niger, menurut sumber keamanan Niger dan peneliti senior Bonn International Centre for Conflict Studies, Yvan Guichaoua.
Ketegangan di Internal Militer
Ketegangan internal di tubuh militer Niger meningkat di tengah pertempuran berkepanjangan melawan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda dan Islamic State (ISIS).Pasukan di wilayah tersebut telah mengalami banyak korban dalam pertempuran melawan afiliasi ISIS di kawasan Sahel.
Analis Armed Conflict Location & Event Data (ACLED), Heni Nsaibia, mengatakan frustrasi di kalangan pasukan garis depan terhadap pemerintah semakin meningkat.
Menurutnya, sekitar 18 tentara tewas dalam serangan terhadap posisi militer di wilayah Dosso selatan sekitar sepekan sebelumnya.
"Serangan yang menimbulkan banyak korban terhadap militer Niger semakin sering terjadi dan akan terus memicu keresahan serta memperburuk ketegangan di dalam jajaran militer," kata Nsaibia.
Ia memperingatkan kelompok jihad menjadi pihak yang paling diuntungkan jika konflik internal di tubuh militer Niger berlanjut.
"Kelompok jihad akan menjadi satu-satunya pihak yang menang dalam situasi ini," ujarnya.
Niger Berpaling dari Negara Barat
Niger berada di bawah pemerintahan militer sejak kudeta Juli 2023 yang menggulingkan Presiden Mohamed Bazoum.Seperti negara tetangganya, Burkina Faso dan Mali, Niger belum berhasil membendung pemberontakan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda dan ISIS meski pemerintah militer berulang kali berjanji meningkatkan keamanan.
Sejak mengambil alih kekuasaan, pemerintahan Tiani menjauh dari mitra-mitra Barat, mempererat hubungan dengan Rusia, serta memutus hubungan dengan blok regional ECOWAS.
Niger kemudian bergabung dengan Mali dan Burkina Faso dalam membentuk Alliance of Sahel States (AES), blok regional yang berada di luar ECOWAS.
Serangan di Niamey juga terjadi ketika pemerintah Niger memperketat kendali atas sektor pertambangan uranium.
Pemerintah sebelumnya mengambil alih sejumlah aset milik perusahaan Prancis Orano. Niger selama ini menjadi salah satu pemasok penting uranium untuk Eropa, dengan kontribusi sekitar 15 persen terhadap pasokan uranium Orano ketika perusahaan tersebut beroperasi pada kapasitas penuh.
Pekan lalu, pemerintah Niger mengalihkan sejumlah izin pertambangan uranium yang sebelumnya terkait Orano dan GoviEx kepada perusahaan yang didukung negara melalui sebuah dekret.
Baca juga: Tentara Lakukan Kudeta di Niger, Jam Malam Diberlakukan