13,5 Hektare Gambut di Singkawang Terbakar, Water Bombing Dikerahkan

Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran lahan di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kalimantan Barat pada Kamis (27/8/2026). ANTARA/Narwati

13,5 Hektare Gambut di Singkawang Terbakar, Water Bombing Dikerahkan

Lukman Diah Sari • 27 August 2026 19:00

Singkawang: Lahan gambut seluas 13,5 hektare di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, hangus terbakar. Upaya penanganan api masih berlangsung intensif dan telah memasuki hari keenam pada Kamis, 27 Agustus 2026.

"Upaya pemadaman dan pendinginan masih dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala," ujar Kasi Humas Polres Singkawang, Iptu Hidayatno.

Hidayatno menjelaskan, kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri. Karakteristik lahan ini membuat api mampu bertahan dan merambat di bawah permukaan tanah, sehingga berpotensi memunculkan titik api dan asap baru.

Guna menjinakkan si jago merah, sebanyak 51 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman, penyisiran, dan pendinginan. Tim tersebut terdiri atas Polres Singkawang dan Polsek Singkawang Utara, Koramil 1202-03/Singkawang, Daops Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Kelurahan Naram, Sungai Rasau, dan Sungai Bulan.

Pemadaman Darat dan Udara

Selain menyemprotkan air menggunakan mesin pompa dari darat dengan memanfaatkan kanal dan parit sekitar, proses pemadaman turut diperkuat oleh satuan udara.

"Upaya penanganan juga diperkuat dengan dukungan helikopter water bombing yang melakukan penyiraman dari udara," tambah Hidayatno.

Ilustrasi-Petugas gabungan memadamkan api karhutla di Kawah Wurung Bondowoso, Jawa Timur, Rabu, 26 Agustus 2026. ANTARA/HO-BPBD Bondowoso


Secara umum, kobaran api telah berhasil dikendalikan. Namun, karena petugas masih menemukan sejumlah titik api kecil dan kepulan asap, proses pendinginan (cooling) terus dilanjutkan secara berkala sampai lokasi dipastikan benar-benar aman.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran lahan gambut tersebut. Hidayatno secara khusus mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api baru agar tidak meluas.

(Lukman Diah Sari)