Maytha Andryanna Associate Director ID COMM, Marketing PR Program & The Best Outtakes Marketing PR Program (Foto: Dok. Ist)
Komunikasi Strategis Bikin ID COMM Dapat 2 Penghargaan di Indonesia PR of the Year 2026
Patrick Pinaria • 27 August 2026 21:54
Jakarta: Pengakuan terhadap kerja komunikasi strategis kembali diraih Indonesia Communications (ID COMM). Agensi public relations (PR) tersebut membawa pulang dua penghargaan dalam ajang Indonesia PR of the Year 2026 yang diselenggarakan MIX MarComm Indonesia.
Salah satu pencapaian datang dari program komunikasi ID COMM bersama VinFast Indonesia bertajuk Communication Ecosystem to Reinforce Market Entry Towards Strong Engagement. Program tersebut mendapat predikat Good dalam kategori Marketing PR Program – Judges Assessment sekaligus mencatat nilai tertinggi, 94,45, pada kategori The Best Outtakes Marketing PR Program.
Penghargaan lainnya datang dari sisi individu. Adeanti Prasti, Account Manager ID COMM, dinobatkan sebagai Senior PR Practitioner of the Year – Judges Assessment. Pengakuan ini diberikan atas kontribusinya dalam mengelola dan menjalankan praktik komunikasi strategis bagi klien.
Dua penghargaan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan PR kini tidak semata diukur dari banyaknya pemberitaan yang dihasilkan. Dalam program bersama VinFast, ID COMM mengembangkan pendekatan communication ecosystem dengan menghubungkan media, KOL, dan berbagai pemangku kepentingan dalam satu strategi komunikasi.
Pendekatan tersebut juga menggunakan kerangka pengukuran AMEC yang mencakup Input, Output, Outtakes, Outcomes, hingga Impact. Dengan kerangka ini, keberhasilan komunikasi tidak berhenti pada seberapa luas pesan tersampaikan, tetapi turut melihat perubahan yang muncul setelah komunikasi dijalankan.
Associate Director ID COMM, Maytha Andryanna, mengatakan perubahan tersebut mencerminkan posisi PR yang semakin dekat dengan kebutuhan bisnis.
"Komunikasi yang efektif bukan hanya tentang seberapa banyak awareness atau eksposur yang dapat diciptakan, tetapi bagaimana komunikasi tersebut mampu membangun engagement, membentuk persepsi, dan memberikan dampak yang relevan bagi bisnis maupun stakeholder," ujar Maytha.
Menurut dia, communication ecosystem membuat berbagai kanal dan pemangku kepentingan tidak lagi dipandang sebagai elemen yang berdiri sendiri. Insight, narasi, kanal, stakeholder, dan pengukuran perlu ditempatkan dalam satu kesatuan agar komunikasi menghasilkan dampak yang lebih besar.
"Keberhasilan PR tidak cukup hanya dilihat dari coverage, tetapi juga dari perubahan yang dihasilkan dan kontribusinya terhadap tujuan bisnis," katanya.
Sementara itu, penghargaan untuk Adeanti menunjukkan bahwa kualitas strategi komunikasi juga tidak terlepas dari orang-orang yang berada di baliknya. Sebagai Account Manager, ia menangani kebutuhan komunikasi klien mulai dari memahami persoalan hingga menerjemahkannya menjadi strategi dan eksekusi.
Adeanti menyebut penghargaan tersebut bukan hanya pencapaian personal, melainkan hasil kerja bersama tim.
"Penghargaan ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga apresiasi bagi seluruh tim konsultan ID COMM," ujarnya.
Ia menilai praktisi PR saat ini dituntut memahami lebih banyak hal di luar disiplin komunikasi, termasuk bisnis, karakter audiens, dinamika industri, serta perubahan perilaku masyarakat.
"Menjadi praktisi PR berarti terus belajar memahami konteks di balik setiap tantangan komunikasi," kata Adeanti.
Bagi ID COMM, dua penghargaan tersebut menjadi penanda bahwa pekerjaan komunikasi strategis semakin menuntut pendekatan yang terintegrasi sekaligus terukur. Agensi tersebut menilai konsultan komunikasi tidak lagi cukup hanya mengejar eksposur, tetapi juga perlu memahami konteks bisnis, membangun narasi yang relevan, mengelola stakeholder, dan mengukur dampak komunikasi secara menyeluruh.
Ke depan, ID COMM menyatakan akan memperkuat pendekatan strategic communications melalui kombinasi communication ecosystem, pengukuran, dan keahlian para praktisi untuk menjawab kebutuhan bisnis serta stakeholder.