Aktivitas Vulkanik Gunung Ile Lewotolok Masih Tinggi, 871 Kali Erupsi Tercatat dalam Sepekan

Pemandanagan gunung Ile Lewotolok di Lembata. ANTARA/Ho-PPG Lewotolok

Aktivitas Vulkanik Gunung Ile Lewotolok Masih Tinggi, 871 Kali Erupsi Tercatat dalam Sepekan

Whisnu Mardiansyah • 19 February 2026 15:37

Lembata: Pos Pengamat Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, melaporkan aktivitas vulkanik yang masih cukup tinggi. Dalam periode 8 hingga 15 Februari 2026, kegempaan di gunung tersebut tercatat mencapai 871 kali erupsi.

Petugas Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, dihubungi dari Kupang, Kamis, 19 Februari 2026, mengatakan selain tingkat erupsi, gempa hembusan juga tercatat cukup banyak yakni 2.300 kali gempa.

"Pengamatan visual periode 8-15 Februari 2026, aktivitas hembusan dan erupsi cukup tinggi," katanya seperti dilansir Antara.

Tinggi kolom erupsi mencapai 50 hingga 200 meter dari puncak. Erupsi terkadang disertai dengan suara gemuruh dengan intensitas lemah hingga sedang.

Dia mengatakan besaran energi seismik yang diestimasi dengan metode perata-rataan nilai amplitudo atau Real-time Seismic Amplitude Measurements (RSAM) menunjukkan dalam periode ini energi cenderung menurun.

Untuk pengukuran deformasi dengan EDM menunjukkan fluktuasi nilai jarak miring dengan kecenderungan memanjang untuk pengukuran ke reflektor LWT1 dan LWT2.
 


Dia menambahkan, pada tanggal 9 Januari 2026, teramati aliran lava di sektor barat, namun masih berada di dalam kawasan kawah. Aliran lava di Gunung Ile Lewotolok pertama kali teramati keluar dari kawah pada 13 Januari 2026, bersamaan dengan peningkatan status gunung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Pada tanggal 13 Januari 2026, aliran lava di sektor barat mulai meluber keluar kawah dengan perkiraan sekitar 30 meter dari bibir kawah, dan sampai dengan tanggal 17 Januari mencapai jarak 100 meter dari bibir kawah.

"Aliran lava baru ini mengalir di atas aliran lava sebelumnya. Pada tanggal 20 Januari aliran lava 250 meter," ujar dia.

Berdasarkan pengamatan, terlihat lontaran material pijar ke arah tenggara dengan jarak lontaran mencapai 200 meter keluar dari kawah. Secara umum, lontaran jatuh di dalam kawah.

Dari sisi kegempaan, terjadi peningkatan gempa hembusan yang mendominasi rekaman seismik, dan jumlah kejadian gempa erupsi masih tinggi. Kemunculan gempa-gempa ini dapat mengindikasikan bahwa aktivitas dangkal atau permukaan masih sangat dominan.


Erupsi Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT. ANTARA/HO-PPG

Di sisi lain, ada pula gempa vulkanik dangkal dan gempa vulkanik dalam yang terekam dengan jumlah kejadian tidak signifikan. Kemunculan gempa vulkanik ini dapat mengindikasikan adanya perubahan tekanan atau stres pada tubuh Gunung Ile Lewotolok yang berkaitan dengan proses peretakan batuan akibat suplai fluida, terutama pada sistem magmatik dangkal dan dalam.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga tanggal 15 Februari 2026, aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih cukup tinggi dan tingkat aktivitas gunung Ile Lewotolok masih pada Level III (Siaga)," tambah dia.

Status Siaga Level III ini telah diberlakukan sejak 18 Januari 2026 menyusul peningkatan aktivitas erupsi yang signifikan. Peningkatan status tersebut disebabkan oleh jumlah kejadian erupsi yang semakin meningkat tajam dari hari ke hari.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas, khususnya di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik serta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)