Longsor di Kabupaten Kulon Progo. Dokumentasi BPBD Kulon Progo. (Istimewa)
Cuaca Ekstrem Terjang DIY, 12 Titik Longsor Terjadi di Kulon Progo
Ahmad Mustaqim • 17 February 2026 08:09
Yoguakarta: Bencana hidromeorologi dari banjir hingga longsor terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi itu terjadi usai cuaca ekstrem terjadi pada Minggu malam, 15 Februari hingga Senin, 16 Februari 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Agustinus Ruruh Haryanta mengatakan longsor terjadi di berbagai lokasi pada wilayah Kabupaten Kulon Progo. Total ada 12 titik longsor.
"Sebanyak 12 titik longsor di Kabupaten Kulon Progo tersebar di Kapanewon (kecamatan) Kokap, Nanggulan, Pengasih, Girimulyo dan Samigaluh," kata Agustinus dihubungi, Selasa, 17 Februari 2026.

Longsor di Kabupaten Kulon Progo. Dokumentasi BPBD Kulon Progo. (Istimewa)
Ia mengatakan dampak longsor itu di antaranya merusak tujuh unit rumah, tujuh ruas jalan, dan satu titik saluran irigasi. Selain itu, cuaca ekstrem di Kulon Progo juga berdampak di Kecamatan Panjatan dan Sentolo, berupa kerusakan satu rumah, jaringan listrik dan jaringan internet.
Agustinus mengungkap dampak cuaca ekstrem di Kota Yogyakarta terjadi di Kecamatan Kraton, Ngampilan, Gondokusuman dan Mergangsan. Dampaknya berupa dua rumah rusak, kantor Kelurahan Wirogunan, dan sebuah mobil.
"Tanah longsor terjadi dua lokasi, terdampak pada rumpun bambu, dua rumah, dan aliran sungai. Ada empat orang luka ringan, dan 16 jiwa mengungsi," kata dia.
Di Kabupaten Gunungkidul, dampak cuaca ekstrem terjadi di Kecamatam Wonosari, Karangmojo, dan Panggang. Dampak di tiga kecamatan itu terdapat tiga pohon tumbang, dua rumah rusak, kembatan 1 titik, jaringan listrik dua titik, jaringan internet dua titik, akses jalan satu lokasi, dan aliran sungai juga di satu titik.
"Di Kabupaten Bantul terjadi tanah longsor di Kapanewon Kasihan, berdampak pada fasiltas pemerintah yakni Bandiklat Gunung Sempu, dan sebuah rumah warga," ujarnya.
"Sebanyak 18 titik dampaknya kerusakan rumah ada delapan unit, dua fasilitas pemerintah, sebuah pondok pesantren, kandang ternak, pohon tumbang, hingga kerusakan pada fasilitad umum," ucapnya.
Ia menambahkan puluhan peristiwa itu ditangani gotong royong. Pihaknya juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi sewaktu-waktu.