Kadispenad Kolonel Infanteri Donny Pramono di Mabes AD, Jakarta Pusat. Foto: ANTARA/Walda Marison
Misi Perdamaian ke Gaza: TNI Siapkan 8.000 Personel, Tunggu Instruksi Presiden Prabowo
Rahmatul Fajri • 16 February 2026 13:27
Jakarta: Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono menyatakan proses penyiapan pasukan untuk misi perdamaian dan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, terus dimatangkan. Dalam rapat terbaru di Mabes TNI, disepakati pasukan akan disiapkan dalam format brigade komposit dengan total kekuatan mencapai 8.000 personel.
Donny menjelaskan TNI masih berada pada tahapan persiapan teknis dan administratif sembari menunggu instruksi resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
"Rencana pengiriman sekitar 8.000 personel ini masih dalam tahap persiapan dan sepenuhnya menunggu keputusan Presiden RI selaku pemegang keputusan politik negara," ujar Donny melalui keterangannya, Senin, 16 Februari 2026.
Baca Juga:
TNI Resmi Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 |
.jpg)
Ilustrasi TNI. Medcom
Berdasarkan hasil Rapat Penyiapan Satgas Perdamaian dan Kemanusiaan Indonesia yang digelar Kamis, 12 Februari 2026, TNI telah menyusun timeline kerja yang ketat untuk memastikan kesiapan seluruh elemen pasukan. Dia mengatakan Februari 2026 fokus pada pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan penyiapan administrasi personel, serta pelaksanaan gelar kesiapan pasukan untuk mengecek kelengkapan sarana dan prasarana.
Awal April 2026, ditargetkan 1.000 personel pertama dalam kondisi siap diberangkatkan sewaktu-waktu. Akhir Juni 2026, ditargetkan seluruh elemen brigade komposit 8.000 personel mencapai status siap berangkat.
Namun, Donny memberikan penekanan khusus terkait istilah siap berangkat. Dia menegaskan kesiapan personel tidak secara otomatis berarti langsung berangkat.
"Istilah siap berangkat bukan berarti sudah berangkat, melainkan benar-benar dalam kondisi siap diberangkatkan sewaktu-waktu. Namun, jadwal keberangkatan tetap sepenuhnya menunggu keputusan politik negara dan mekanisme internasional yang berlaku," jelas dia.